Tertangkap Bawa 108 Gram Shabu, Isnen Ngaku Diperintah Napi di Tanjung Pinang

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – M Isnen alias Muhammad (26) disergap anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel dengan barang bukti 108,80 gram sabu saat melintas di Jalan Bambang Utoyo, Kecamatan IT II Palembang, Senin (6/1).

Warga Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang ini mengaku diperintah seorang bernama Andre yang menurutnya merupakan narapidana di Lapas Tanjung Pinang, Kepulauan Riau untuk diantar kepada seseorang dengan upah Rp1 juta.

“Ini sudah kedua kali, tapi baru terima upah setelah barang sampai kepada penerima,” ujar Isnen saat dihadirkan dalam gelar hasil ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Kamis (9/1/2020).

Merasa berhasil dengan aksi pertama, Isnen kembali mengulangi perbuatannya, namun kali ini pelaku dibekuk aparat kepolisian. “Saat menunggu orang yang memesan datang, ternyata yang datang adalah polisi,” katanya.

Selain Isnen, di tempat berbeda polisi juga menangkap Rizal alias Kak Cik (41) dengan barang bukti 283 butir pil ekstasi warna biru muda berlogo S saat sedang menunggu seorang yang akan mengambil barang di Jalan Tembok Baru, Kecamatan SU I Palembang, Minggu (5/1).

Rizal mengaku hanya disuruh orang yang juga ada di kawasan Plaju untuk mengantarkan pil setan tersebut dengan upah Rp5.000 per butir.

“Belum dapat upahnya. Karena butuh uang jadi mau menerima tawaran mengantar ekstasi. Tapi malah tertangkap polisi,” tutur Kak Cik yang juga sudah kedua kali menjadi pengantar narkoba.

Sementara itu Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Isti menuturkan, untuk tersangka M Isnen ini merupakan kurir dari seorang narapidana yang mengendalikan dari Lapas Tanjung Pinang, Kepri.

“Hasil penyelidikan sementara, narkoba ini berasal dari luar negeri. Karena dilihat dari narkobanya, ini sabu dari luar dan kiriman dari jaringan narkoba internasional,” katanya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.