Banner sumsel

Tersangka Mengaku Tidak Tahu Menggunakan Formalin Dilarang

BANYUASIN, koranindonesia.id – Polres Banyuasin menggelar press release kasus pembuatan tahu berformalin  di Kelurahan  Seterio Kecamatan  Banyuasin III, Banyuasin, Kamis (19/04/2018) pukul 11.30 WIB.

Press release ini dipimpin Kapolres Banyuasin  AKBP Yudhi Surya Markus Pinem didampingi Kasat Reskrim AKP Dwi Satya Arian dan jajarannya.

Dijelaskan Kapolres, pelaku mulai memproduksi tahu pada tahun 2011 dan mulai menggunakan formalin Januari 2018. Dengan cara merendam kacang kedelai selama 3 jam lalu di giling di mesin penggilingan setelah halus dimasak di kuali besar, setelah mendidih diangkat dan disaring lalu dimasukkan kedalam tong besar yang sudah disiapkan kemudian dimasukkan pengental tahu sebanyak satu gelas plastik.

Setelah bahan mengental dicetak dengan cetakan tahu  sejenis loyang dan dipotong sesuai dengan ukuran. Pelaku menyiapkan tong yang berisikan air lebih kurang 60-70 liter, lalu pelaku masukkan formalin kedalam air tersebut sebanyak lebih kurang lima sendok makan.

“Tahu yang sudah dipotong tadi dimasukan kedalam air yang sudah dicampur formalin dan direndam selama 1 malam atau 12 jam. Setelah itu tahu diangkat dan diedarkan untuk dijual di pasar dengan harga Rp 300 per biji dan dijual kembali oleh pedagang di pasar dengan harga Rp 800-1000 per biji,” tegasnya.

MA Bin Dalail (46) sebagai pelaku tercatat sebagai warga Lubuk Keranji Rt 27 Rw 07 Kelurahan Seterio mengakui perbuatannya. Dia mengaku, produksi yang lakukan sejak tahun 2011 namun untuk menggunakan bahan pengawet formalin ini baru Januari 2018.

“Saya menggunakan formalin sejak tiga bulan ini Januari 2018 tujuannya agar tahu menjadi awet dan tidak muda basi dan masam, “katanya.

Tahu berformalin ini kata MA, dijual di Pasar Pangkala Balai terutama setiap hari Kamis dengan jumlah 3000 buah. “Saya nggak tahu kalau formalin ini dilarang, saya belinya dari teman yang ada di Serong Talang Kelapa, “ungkapnya. (wal)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.