Banner sumsel

Tersangka Kasus Suap PLTU Riau-1 Kembalikan Uang Rp 1,25 Miliar

JAKARTA,koranindonesia.Id- Tersangka kasus dugaan suap PLTU Riau-1, Eni Maulina Saragih hari ini kembali mengembalikan uang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar Rp 1,25 miliar, total uang yang sudah dikembalikan senilai Rp 2,25 miliar. Hal ini langsung diungkapkan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Diakui dia, Eni telah menyampaikan bukti pengembalian uang melalui rekening penampungan KPK pada penyidik. “Total duit yang sudah dikembalikan Eni adalah Rp 2,25 miliar. Pengembalian uang tersebut, jadi bahan pertimbangan KPK untuk meringankan tuntutan bagi tersangka,” katanya.

Untuk itu, KPK sangat menghargai sikap kooperatif Eny tersebut yang telah mengakui penerimaannya dan mengembalikan secara bertahap. Sehingga menjadi salah satu pertimbangan sebagai faktor meringankan dan juga dicatat terkait proses pengajuan JC (Justice Collabolator).

Hingga saat ini ada total pengembalian duit Rp 2,962 miliar terkait kasus dugaan suap PLTU Riau-1 ini. Duit itu terdiri dari pengembalian Eni, Rp 2,25 miliar dan pengembalian dari salah satu panitia Munaslub Golkar Rp 712 juta. Eni mengatakan Rp 2,25 miliar itu merupakan uang yang digunakannya untuk keperluan pribadi dari total Rp 4,75 miliar yang diduga diterimanya. Sisanya, dia meminta Golkar untuk mengembalikan.

“Saya telah mengembalikan sebesar Rp 1,25 miliar. Tinggal Rp 2 miliar lagi yang harus saya kembalikan. Golkar sudah kembalikan Rp 700 juta, sisanya nanti kita minta kepada Golkar karena itu memang untuk kepentingan Munaslub, pra Munaslub dan beberapa kegiatan Golkar,” rincinya. Dalam perkara ini, KPK menetapkan Eni selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR sebagai tersangka.

Dia diduga menerima suap dari seorang pengusaha bernama Johannes B Kotjo. Eni diduga menerima duit Rp 4,8 miliar dari Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd yang merupakan salah satu konsorsium proyek PLTU Riau-1 Saat proses pengembangan penyidikan perkara, KPK menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka.

Dia diduga menerima janji yang sama dengan Eni yakni USD 1,5 juta dari Kotjo bila proyek PLTU Riau-1 jadi dikerjakan perusahaan Kotjo. (Erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.