Pemprov Ramadhan
Banner april lebaran

Ternyata Tipe Orang Kasar, Suka Mengumpat, Cenderung Cerdas

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Seseorang yang berkata kasar atau sering mengumpat biasanya identik dengan tipe orang yang pemarah, bandel dan kurang beretika. Berkata kasar dan mengumpat memang tidak nyaman didengar, terlebih jika diucapkan dengan nada tinggi tinggi atau dalam keadaan emosi.

Hal itu bisa saja membuat orang lain marah dan sakit hati. Seseorang yang sering berkata kasar dan mengumpat seringkali dikonotasikan perilaku yang buruk. Namun menariknya, ternyata seseorang yang sering berkata kasar dan mengumpat merupakan tanda orang tersebut adalah orang yang cerdas.

Sebuah penelitian dari University of Rochester yang dikutip dari Unilad, Sabtu (13/3), orang-orang yang sering mengumpat adalah orang yang cenderung cerdas.

Penelitian ini melibatkan 1000 responden yang memiliki perilaku suka mengumpat. Penelitian ini mengungkap bahwa, ada hubungan yang kuat antara kecerdasan dan perilaku tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Personality and Individual Difference menemukan bahwa, mereka yang sering mengumpat ternyata memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak suka mengumpat.

Penelitian mengungkap bahwa, orang-orang yang fasih mengumpat cenderung mempunyai IQ yang lebih tinggi dari orang-orang pada umumnya.

Para ilmuwan mempelajari kemampuan beberapa orang usia 18-20 tahun untuk melakukan umpatan sebanyak-banyaknya dalam waktu 60 detik. Awalnya mereka boleh mengumpat sesuai huruf, kemudian menyeburkan nama hewan atau kata biasa.

Dari penelitian tersebut menemukan bahwa, mereka yang memiliki kosakata lebih untuk mengumpat ternyata lebih cerdas ketimbang mereka yang mengindari mengucapkan kata-kata kasar atau kotor tersebut.

Mereka yang sering mengumpat ternyata padanan kata yang mereka gunakan cenderung lebih tepat pada kondisinya, mereka memiliki kosakata lebih dan memahami lebih baik konteks pemakaian katanya.

Misalnya pada kata umpatan seperti ‘anjing’ atau ‘sampah’, biasanya kata tersebut berasa dari kata yang memiliki makna biasa saja dan tidak ada artian negatif. Tidak semua orang mengerti konteks pemakaian kata-kata tersebut sebagai umpatan. Yang paham hanyalah orang-orang yang mahir mengumpat.

Meski banyak penelitian yang membuktikan bahwa orang-orang yang sering berkata kasar dan mengumpat lebih cerdas, hal ini bukan berarti anda bebas mengumpat kapan saja dan di mana saja. Menjaga perilaku masih penting dilakukan untuk menjaga etika dan menghormati orang di sekitar.(ari)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.