Banner Muba 23 – 31 Juli 2021
banner Pemprov Juni

Termasuk Perpanjangan Jabatan Presiden, MPR Belum Lihat Pentingnya Amandemen UUD

 

JAKARTA, koranindonesia.id  – Anggota Fraksi Partai NasDem MPR RI, Taufik Basari menegaskan bahwa fraksi nya sampai saat ini menyatakan masih belum melihat urgensi untuk melakukan perubahan (amandemen) terbatas Undang-Undang Dasar 1945. Apalagi yang terkait perpanjangan masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode.

 

“Bahkan, hampir semua fraksi yang ada di MPR tidak pernah kita ada diskusi soal itu (perpanjangan masa jabatan presiden), yang dibicarakan betul hanya soal Pokok-Pokok Haluan Negara atau PPHN,” tegas Basari berbicara dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertema “Urgensi PPHN dalam Pembangunan Nasional” di Media Center Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2021) kemarin.

 

Idenya saat ini yang muncul, menurut politisi Partai NasDem ini, adalah amandemen terbatas dalam bentuk ingin memasukan PPHN kembali ke dalam UUD 1945, termasuk memberikan kewenangan MPR untuk menyusun PPHN sebagai pengganti dari Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

 

“Memang ada dua pendapat yang muncul. Ada yang setuju kita lakukan dalam amandemen kelima, dan ada juga yang berpendapat itu bisa saja terjadi kita masukan ke dalam Undang-Undang. Dua pendapat inilah yang masih berkembang dan menurut saya sebagai satu diskursus dalam satu pengkajian, itu sangat sah-sah saja,” ujarnya.MHD

Sekarang yang menjadi pertanyaannya, terkait dengan amandemen terbatas, menurut Tobas sapaan Taufik Basari, ada pihak-pihak yang mengkhawatirkan bahwa ketika diputuskan melakukan amandmen terbatas, apakah bisa dipastikan itu terbatas? Apakah kemudian tidak membuka kotak Pandora?

“Membuka kotak Pandora menurut saya mungkin-mungkin saja bisa terjadi dalam suatu proses amandemen kelima dalam amandemen terbatas. Kenapa? Karena begini, ketika kita melakukan perubahan terhadap 1 atau 2 Pasal, kan kita ingin PPHN saja,” ujannya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.