Terlilit Hutang, Yayang Nekat Rampok & Hujani Tubuh Driver Taksol dengan Tusukan

 

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Terlilit hutang menjadi alasan Marmada Saputra Jaya alias Yayang (21) merencanakan dan melancarkan aksi perampokan sadis terhadap sopir taksi online, Nova Hadinata (37) hingga mengalami puluhan luka tusuk di tubuhnya, Senin (11/11) tengah malam.

Hal itu terungkap setelah pelaku dibekuk anggota Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang saat berada di rumah kerabatnya di kawasan Lemabang, Kecamatan IT II Palembang saat pelaku tengah menyiapkan diri untuk kabur, Selasa (12/11/2019) dini hari.

Tersangka Marmada mengaku memang telah berencana untuk melakukan penodongan terhadap sopir taksi online. “Memang mobil mau diambil, tapi belum tahu mau dijual kemana dan rencana uangnya untuk bayar utang Rp1,5 juta,” ucap pelaku saat dihadirkan dalam gelar hasil ungkap kasus di Mapolrestabes Palembang.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Yon Edi Winara didampingi Kanit Ranmor Iptu Novel Siswandi Kurniawan mengatakan setelah mendapat laporan anggota langsung melakukan penyelidikan dan meringkus pelaku.

“Pelaku memang sudah merencanakan aksi tersebut dan selain mengambil barang, sejak awal juga telah ada niat untuk menghabisi korban,” kata Yon saat memimpin gelar hasil ungkap kasus.

Dirinya menjelaskan, pelaku dengan sengaja meminjam ponsel orang lain yang memiliki akun taksi online untuk melakukan pemesanan dengan minta dijemput di depan Lorong Garuda II, Jalan HM Ryacudu, Kecamatan SU I.

Kemudian setelah korban datang dengan mengendarai mobil Toyota Calya BG 1430 EG untuk mengantar ke tujuan di Jalan Tanah Merah, Way Hitam, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan IB II Palembang, tersangka Marmada masuk dan duduk di kursi depan samping sopir.

Sedangkan pelaku Bobi Satria (DPO) duduk di kursi belakang dan setelah sampai di lokasi kejadian yang menjadi tujuan pemesanan, pelaku Bobi langsung menusuk korban dan keduanya menghujani korban dengan tusukan. Dengan tubuh bersimbah darah akibat luka tusuk, korban keluar dari mobil berteriak meminta tolong, hingga warga berdatangan membantu korban, sedangkan pelaku melarikan diri.

“Kejadian sudah berkali-kali, untuk itu masyarakat, khususnya driver taksi online agar meningkatkan kewaspadaan dan jangan sembarang menerima pesanan, terutama pada malam hari,” imbuhnya.

Atas perbuatan tersebut, Yon menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan. “Saat ini keterangan tersangka masih didalami dan anggota masih mengejar satu pelaku lainnya,” tambahnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.