Banner Pemprov 17 Agustus

Terkait Kasus Ini, KPK Periksa Mantan Sekjen Kemenag

JAKARTA,koranindonesia.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Sekjen Kemenag) Nur Syam sebagai saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kemenag oleh Romahurmuziy (Rommy) mantan Ketua Umum PPP.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan selain memeriksa Rommy, KPK juga memanggil 3 anggota Pansel Jabatan Tinggi Kemenag sebagai saksi untuk Rommy. Mereka adalah Farah Yuliana, Septian Saputra, dan Fiestyo Imanta Santoso.

“Semua dipanggil sebagai saksi Rommy, untuk mendapatkan keterangan lebih lagi untuk tersangka Rommy kasus jual beli jabatan di Kemenhan,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (2/04/2019).

KPK sebelumnya telah menetapkan Rommy yang merupakan anggota DPR dan juga eks Ketua Umum PPP sebagai tersangka dugaan suap. Dia diduga menerima Rp 300 juta terkait proses seleksi jabatan di Kemenag. Uang itu diduga berasal dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, yang juga sudah menjadi tersangka.

“Rinciannya, Rp 50 juta dari Muafaq dan Rp 250 juta dari Haris Hasanuddin,” tandasnya.

Uang itu diduga ditujukan agar Rommy membantu proses seleksi yang diikuti Haris dan Muafaq. KPK pun menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk membantu proses seleksi Haris dan Muafaq.

Saat ini KPK sedang fokus mendalami proses seleksi yang diikuti Haris dan Maufaq. Alasannya, KPK menemukan kejanggalan dalam proses seleksi. Underline transaksi dalam kasus ini adalah diduga terkait proses seleksi tersebut. Contohnya, ketika tersangka HRS tidak masuk dalam 3 nama yang akan diajukan pada Menteri.

Namun KPK menemukan indikasi ada pihak lain yang mencoba mempengaruhi sehingga nama HRS itu masuk di 3 nama dan dipilih, dilantik oleh Menteri. (erw)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.