Banner sumsel

Terkendala Kontur Lahan, Pembangunan Aldiron Plaza Cinde Lamban

PALEMBANG, koranindonesia.id – Proses pembangunan Aldiron Plaza Cinde baru akan selesai tahap pembangunan pondasi gedung hingga lantai 14 pada Oktober 2019. Lambannya proses pengerjaan ini, lantaran lunaknya tekstur tanah di lahan eksisting Pasar Cinde, Palembang.

Kepala Cabang PT Magna Beatum Palembang Raimar mengatakan, untuk saat ini proses pembangunan Aldiron Plaza Cinde masih dalam tahap penyelesaian proses penimbunan lahan (pilling). Setelah dibongkar kondisi tanah di kawasan pasar Cinde lunak, sehingga alat berat yang digunakan sulit masuk.

Untuk itu dilakukan pilling dengan cara menimbun dengan tanah agar keras. Setelah itu lanjut ke pemasangan tiang pancang.

“Untuk tiang pancang sendiri akan dibuat 800 titik dan saat ini sudah dikerjakan sekitar 25 titik. Kami menargetkan untuk topping off atau pengecoran akhir lantai paling atas (total 14 lantai) akan selesai pada Oktober 2019,” kata Raimar, Minggu (11/11/2018).

Pasar modern Aldiron Plaza Cinde ini sendiri akan dibangun setinggi 14 lantai yang terkoneksi dengan Light Rail Transit (LRT). Berbagai fasilitas akan dihadirkan di Aldiron Plaza Cinde seperti food court, mini water park mini, tempat bermain anak-anak, dan fasilitas lainnya.

“Total tenant di Aldiron Plaza Cinde nanti akan ada ribuan. Seperti untuk pedagang yang lama ada sekitar 600 unit dan pedagang baru yang memang dijual ada 421 unit. Untuk 421 unit ini 70% sudah terjual. Kebanyakan pedagang yang booking itu pedagang pakaian muslim dan songket,” paparnya.

Ia mengatakan, bahwa peminat plaza ini kebanyakan warga Sumsel seperti para pedagang dari Pasar 16. Lalu ada juga dari Prabumulih, Lubuklinggau dan lainnya. Untuk harga jualnya mulai dari Rp33 juta per meter, ukuranya ada yang mulai dari 4,5 meter persegi.

“Untuk pembayarannya bisa sistem hard cash dengan sistem pembayaran mulai dari enam bulan, 12 bulan dan 24 bulan. Bisa juga dengan sistem hak kepemilikan melalui bank yang bekerjasama dengan kita seperti Bank BSB, BRI, Mandiri dan BPR,” jelasnya

Dikatakannya, nantinya untuk pedagang yang lama dan saat ini ada di tempat relokasi, dikelola oleh Pemprov Sumsel, itu sistemnya tidak beli melainkan sistem sewa. Maka dari itu ia pun mengimbau, agar para pedagang yang lama jangan sampai tertipu dan dimanfaatkan sejumlah oknum yang tidak bertangung jawab nantinya.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumsel Nomor 135/KPTS/BPKAD/2017 tentang harga petak dan los tempat pedagang lama Pasar Cinde. Untuk harga sewanya dengan rincian sebagai berikut, untuk petak Rp20.000 per hari dan ditambah biaya service charge sebesar Rp285.000 per bulan.

Lalu yang petak (HUK) Rp25.000  per hari dan ditambah service charge sebesar Rp285.000 per bulan. Kemudian untuk los Rp10.000 per hari, ditambah service charge sebesar Rp285.000 per bulan.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.