Terkendala Infrastruktur, Penggunaan TPA Karyajaya Tidak Maksimal

PALEMBANG, koranindonesia.id- Penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karyajaya dinilai tidak maksimal lantaran akses jalan di dalam TPA tidak bisa digunakan. Sehingga penggunaan lahan seluas 40 hektar itu tidak maksimal.

Sejak akhir tahun lalu, pembuangan sampah tidak lagi dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang ke TPA Sukawinatan lantaran kondisinya sudah jenuh dan tidak mampu menampung produksi sampah masyarakat Palembang.

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, akses infrastruktur di dalam TPA tidak ada. Sehingga truk sampah tidak bisa masuk karena struktur tanah yang labil dan diperparah dengan musim hujan menjadikan tanahya becek.

“Maka, dengan kondisi TPA Karyajaya ini harus mengalami perbaikan, khususnya infrastruktur jalan masuk untuk membuang sampah. Saya menekankan agar DLHK berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membuat jalan khusus agar sampah tidak menumpuk di bagian depan,” katanya, Selasa (16/4/2019).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang mengatakan, TPA Sukawitan ini memiliki luas lahan sebesar 25 hektar, 94 persen lahan sudah terpakai oleh tumpukan sampah dan dari 25 hektar masih tersisa 1,5-2 hektar lahan yang kosong. Dan akses menuju tempat pembuangan di TPA Sukawinatan hanya satu arah.

“Ini yang menyebabkan truk sampai bisa mengantre berjam-jam. Sementara di TPA Karya Jaya 40 hektar yang sudah terisi baru 3-5 hektar,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi TPA Karyajaya sudah berjalan dengan baik, namun ada beberapa hal yang harus kami lakukan seperti perbaikin jalan, karena untuk masuk kedalam pembuangan sampah tersebut masih rusak.

“Untuk sementara kami lakukan pembuangan sampah dibagian depan tidak masuk sampai kedalam, Yo kalu cepet diperbaiki maka sampah tidak akan menumpuk di luar itu saja logikanya,” ujarnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.