Banner sumsel

Terkait Kasus Suap Meikerta, KPK Kembali Panggil 11 Saksi

JAKARTA,koranindonesia.Id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 11 saksi untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Grup, Billy Sindoro terkait dugaan pembangunan Meikarta kepada Bupati Bekasi Neneng Hasan Yasin.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan  Ke-11 saksi ini berasal dari swasta maupun penyelenggara negara yang dianggap mengetahui perizinan Meikarta. Mereka, diantaranya adalah Kepala Departemen Land Acquisition Perijinan Edi Dwi Soesianto, PNS Dinas Pemadam  Kebakaran Pemkab Bekasi Gilang Yudha B, PNS Dinas DPMPTSP Pemkab Bekasi Entin, Kepala Bidang Dinas Perumahan Pemukiman dan PNS Pertanahan Andi.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Bekasi Suhup, PNS Dinas DPMPTSP Sukmawatty Karnahadijat, Kadis PUPR Pemprov Jawa Barat H.M Guntoro, PNS Penyuluhan dan Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran Bekasi Asep Buchori. Sementara pihak swasta adalah Satriyadi.

“Semuanya diperiksa untuk tersangka Billy Sindoro, terkait kasus dugaan suap perizinan Meikarta,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

KPK akan mendalami sejumlah keterangan saksi tentang bagaimana proses skema pengeluaran perizinan untuk proyek pembangunan Meikarta. Dari mulai perizinan analisis dampak lingkungan (amdal) sampai perizinan penanggulangan kebakaran.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus dugaan suap perizinan Meikarta. Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Grup Billy Sindoro sebagai pihak utama suap tersebut dilakukan.

Selain dua orang tersebut, KPK juga menetapkan tersangka lain dari Pemkab Bekasi, yaitu Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati, dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi.

KPK juga menetapkan tersangka lain dari pihak swasta, yaitu Konsultan Lippo Grup Fitra Djaja Purnama, dan Pegawai Lippo Grup Henry Jasmen. Semua tersangka diduga kuat melakukan transaksi suap dalam kasus ini.

Tim penyidik KPK pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang 90.000 dollar Singapura, uang senilai total Rp513 juta dalam pecahan 100.000, uang Yuan dan uang RP 100 juta. Barang bukti lain yang diangkut penyidik KPK ada tiga unit mobil jenis Toyota Avanza, Toyota Innova dan mobil sedang dengan jenis BMW. (Erw)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.