Terima Tawaran Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Mengaku Tidak Dibayar

JAKARTA, koranindonesia.id – Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengakui, menerima tawaran untuk menjadi kuasa hukum pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Menurut Yusril, keputusan itu diambilnya setelah berkomunikasi dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir.

“Maka saya katakan pada Pak Erick, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyer-nya kedua beliau itu (Jokowi dan KH Ma’ruf),” kata Yusril di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Yusril mengaku, bahwa dirinya tidak mendapat bayaran sebagai kuasa hukum pasangan petahana ini. Yusril mengaku tidak masalah. Karena pada Pilpres 2014 lalu juga, ia diminta Prabowo Subianto, untuk menjadi ahli saat menggugat di Mahkamah Konstitusi (MK), ia jalani dan juga gratis.

Yusril berharap keputusannya ini benar-benar bisa memberi sumbangsih nyata, untuk pelaksanaan pemilu yang benar-benar fair.

“Mudah-mudahan saya bisa menyumbangkan sesuatu, agar pilpres dan pemilu serentak kali ini berjalan fair, jujur dan adil, dan semua pihak menaati aturan-aturan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

Meski menjadi kuasa hukum salah satu pasangan calon, Yusril memastikan, jika ia akan tetap bekerja secara profesional. Hal yang selalu ia lakukan, ketika menangani pihak-pihak yang terkait dengan politik.

(mar)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.