Banner sumsel

Terima Audiensi Konjen Malaysia, Herman Deru Ingin DMDI Dihidupkan Kembali

PALEMBANG, koranindonesia.id – Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) H Herman Deru menerima audensi Konsulat Jenderal (Konjen) Malaysia yang berkedudukan di Medan, Sumatra Utara, YM. Encik Amizal Fadzli Bin Rajali, Konsil Pelancongan Malaysia-Medan Encik Azhari bin Haron, serta Tourism Malaysia Harsono Pane, bertempat di ruang tamu gubernur, Kamis (14/2/2019).

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kesempatan ini mengaku sangat tersanjung mendapatkan kunjungan Konjen Malaysia-Medan YM. Encik Amizal Fadzli Bin Rajali, Konsil Pelancongan Malaysia-Medan Encik Azhari bin Haron, dan Tourism Malaysia Harsono Pane. “Terimakasih atas kunjungannya. Hari ini tepat 135 hari saya menjabat Gubenur Sumatra Selatan. Sebelumnya saya adalah Bupati atau kalau di Malaysia disebut Datuk Bandar,” ucap Herman Deru mengawali sambutannya.

Kunjungan  Konjen Malaysia ini kata Herman Deru, merupakan awal yang baik guna mengeratkan kembali kerjasama yang telah terjalin sebelumnya. Mengingat Sumatra Selatan dengan Malaysia memiliki banyak kesamaan dari berbagai sektor unggulan. Khususnya, bidang seni dan budaya, serta kuliner. Untuk itu, Herman Deru berharap, kedepannya kerjasama di bidang budaya kembali disemarakkan lagi, salah satunya yang pernah ada yakni Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI).

“Saya akan pertegas sektor tourism. Saya Intruksikan Dinas Pariwisata untuk hidupkan kembali kerjasama bidang budaya ini antara Sumsel dengan Malaysia yakni Dunia Melayu Dunia Islam. Cobalah dihidupkan lagi kolaborasi tari-tarian itu. Yang agak mirip antara budaya Sumsel dengan Malaysia, ada di negara bagian Malaka dan Johor,” jelas Gubernur.

(FOTO/HUMAS PEMPROV)

Dihadapan Konjen Malaysia kali ini, Gubernur memaparkan kondisi geografis Sumatra Selatan secara umum.  Dimana luas Sumsel jika dibandingkan dengan Malaysia, sama dengan luas tiga negara bagian di Malaysia. Sedangkan potensi alam Sumsel tegas Herman Deru, masih sangat besar untuk digali dan dikembangkan seperti sektor perkebunan, pertanian, pariwisata dan sektor pendidikan. “Sumsel masih memiliki potensi yang sangat besar untuk digarap, dan dikembangkan. Terutama sektor pariwisata, perkebunan, dan pendidikan. Sedangkan, untuk tenaga kerja Sumsel yang ada di Malaysia saat ini berjumlah 1.229 orang,”  imbuhnya.

Khusus sektor pariwisata Herman Deru menyampaikan, ada sejumlah lokasi wisata yang destinasinya tidak kalah dengan yang ada di Malaysia, seperti Danau Ranau dan Wisata Alam Gunung Dempo. Meski belum dikelola dengan maksimal, namun sudah memiliki Bandar Udara (Bandara) sendiri yaitu Atung Bungsu, yang melayani rute penerbangan Pagaralam-Jakarta dan sebaliknya. “Sedangkan untuk Danau Ranau beberapa hari lalu. Saya sepakat dengan Menteri Pariwisata untuk membuat tour yang mirip dengan Tour de Singkarak  yang merupakan kejuaraan balap sepeda resmi dari Persatuan Balap Sepeda Internasional. Kemungkinan Agustus nanti, kita gelar di Danau Ranau,” tegas Herman Deru

Sementara itu Konhen Malaysia YM. Encik Amizal Fadzli Bin Rajali mengucapkan terima kasih, atas penerimaan Gubernur H Herman Deru.  Dia juga mengucapkan selamat atas pelantikan Gubernur Sumsel beberapa bulan lalu.

Dia mengakui  jalinan kerjasama begitu dekat antara dua negara, Indonesia-Malaysia diharapkan dapat membantu program kepariwisataan. “Kami jauh-jauh datang dari Medan. Siap membantu program kepariwisataan di Sumsel. Kami sepakat kerjasama dengan Sumsel, yang telah lama terjalin tetap ditingkatkan. Kami  juga memiliki mahasiswa kedokteran di Palembang lebih dari 100 orang. Palembang popular di Malaysia,” tegas Encik Amizal Fadzli dengan logat Melayu yang kental.

Gubernur didampingi Asisten I Setda Pemprov Sumsel, Drs H Achmad Najib. Kepala Disnakertrans Koimudin, Kepala Bappeda Ekowati Retnaningsih, serta Staf Khusus Gubernur Bidang Media dan Komunikasi Alfrenzi Panggarbesi.

(rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.