Tenaga Pendidik Berprestasi Diseleksi, untuk Dikirim Kesini

PALEMBANG, koranindonesia.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) tengah melakukan seleksi terhadap 90 tenaga pendidik berprestasi dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga menengah atas dan sederajat, untuk dikirim ke tingkat nasional, guna bersaing dengan tenaga pendidik lainnya hingga jenjang internasional.

Kepala Disdik Sumsel Widodo melalui Sekretaris Disdik Sumsel Lukman Anshari mengatakan, total ada 90 peserta dari tenaga pendidik jenjang TK-SMA/sederajat yang akan disaring menjadi 21 peserta untuk dikirim ke tingkat nasional pada akhir tahun ini.

“Kami juga membutuhkan bantuan dari pemangku kepentingan (stakeholder) lain untuk menjadi donatur, guna mengembangkan dan mengaplikasikan karya tenaga pendidik kita yang berprestasi ini,” katanya disela seleksi guru dan tenaga kependidikan berprestasi di SMAN 17 Palembang, Jumat (29/6/2018).

Pihaknya berharap, dengan kegiatan ini tenaga pendidik dapat termotivasi untuk membuat karya ilmiah dan kreasi lainnya, guna membangun pendidikan yang terbaik bagi pelajar di Sumsel.

“Sebab ini merupakan portofolio untuk penambahan nilai mereka. Bahkan nantinya mereka berkesempatan untuk studi banding ke negara-negara yang sistem pendidikannya sudah lebih maju seperti Eropa dan Australia,” tuturnya.

Dilanjutkan Lukman, tahun lalu ada delapan guru yang mendapat penghargaan pada tingkat nasional dengan beberapa kategori, diantaranya Kepala SD berdedikasi, tenaga perpustakaan SMA, pengawas TK-SD dan lain sebagainya.

“Kita juga targetkan semua yang kita kirim mendapat penghargaan meski tidak peringkat pertama,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Sumsel 2018 Husdinawawi menjelaskan, untuk sistem seleksinya dimulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

Persyaratan secara umum minimal pengalaman kerja delapan tahun bagi guru dan dua tahun untuk kepala sekolah. “Yang utama dinilai yaitu bagaimana guru menciptakan cara yang baik dan tepat sasaran dalam mengajar,” sambungnya.

Sementara itu terpisah, Kepala SMAN 17 Palembang Parmin menerangkan, pihaknya hanya sebagai tuan rumah saja dimana kegiatan ini berlangsung pada 28-30 Juni 2018.

“Pembukaannya Kamis (28/6/2018) kemarin di aula sekolah kita. Kita di sini hanya menyiapkan akomodasi bagi peserta dan panitia,” tandasnya. (sen)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.