Banner Pemprov Agustus

Temui Panggilan Penyidik, Kuasa Hukum Dosen Sebut Kliennya Khilaf

PALEMBANG, koranindonesia. com – Oknum dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) berinisial A (34) yang menjadi terlapor atas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap mahasiswinya yakni DR mendatangi Polda Sumsel, Senin (6/12/2021) pagi.

Kedatangan A bersama Kuasa Hukumnya Darmawan untuk memenuhi panggilan penyidik Subdit IV Remaja Anak dan Wanita (Reknata) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel.

Saat dimintai konfirmasi, Darmawan mengatakan terlapor datang didampingi istri dan anaknya. Serta penyidik mencecar A dengan 30 pertanyaan terkait kasus yang dilaporkan oleh korban DR.

Selain itu, lanjut dia, A pun mengakui bahwa telah melakukan pelecehan seksual terhadap korban secara fisik. “Klien saya mengakui persitiwa itu ada, namun tak sebesar dalam pemberitaan di media, “kata Darmawan saat memberikan keterangan pers di Polda Sumsel.

Darmawan menyangkal adanya peristiwa oral seks. Namun, ia tak menerangkan secara jelas A melakukan pelecehan seksual terhadap DR seperti apa.

“Saya mengakui peristiwa ini ada, kami sudah mendesak klien kami harus jujur. Kalau tidak jujur gimana mau maskimal.Tapi tidak sebesar di media, oral dan genjot tidak ada. Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah,”ujarnya.

Korban dan telapor A sendiri menurut Darmawan tak memilkki hubungan khusus. Bahkan kliennya itu tak memiliki nomor korban untuk berkomunikasi.

“Jadi ketemunya di kampus, korban dapatkabar kalau klien kami ada. Sehingga bertemu di Lab, di sana klien kami mengakui khilaf sehingga terjadi seperti itu,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.