Telah Rekam E-KTP, Mayoritas Warga Binaan Belum Masuk DPT

 

SOLO,koranindonesia.id– Mayoritas warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IA Kota Solo belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Padahal, pihak Rutan bersama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) telah bekerjasama melakukan rekam KTP Elektronik (E-KTP).

Staf Seksi Pelayanan, Agus Triyono mengatakan, perekaman E-KTP telah dilakukan sejak tanggal 17 Januari 2019 lalu. Meski telah dilakukan perekaman, namun belum menjamin warga binaan di Rutan Solo mendapat hak pilih.

“Kalau masalah DPT itu masuk ke ranah KPU. Tapi, kemarin pihak Dukcapil telah melakukan perekaman,” kata Agus.

Perlu diketahui, Rutan Solo menampung warga binaan dari tiga wilayah. Yakni, Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar. Saat itu warga binaan dari Solo dan Karanganyar langsung mendapat Surat Keterangan (Suket). Bahkan enam warga binaan asal Karanganyar langsung mendapatkan cetak e KTP. Tapi warga binaan dari Sukoharjo sama sekali belum mendapatkan suket. Pihaknya belum mengetahui kapan Dispendukcapil Sukoharjo akan menerbitkan Suket mereka. Sedangkan, pihaknya terus berkoordinasi supaya hak pilih warga binaan asal Kabupaten Sukoharjo tidak hilang.

“Per hari ini (Jumat-red) jumlah warga binaan kami 658 orang. Tapi yang berasal dari Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar, sesuai area tugas kami yaitu 512 orang. Mayoritas sudah rekam data e KTP. Tapi belum masuk di DPT pemilu,” ungkapnya.

Di sisi lain ada sebagian warga binaan yang belum merekam data e KTP karena masuk ke Rutan setelah proses perekamam pada 17 Januari 2019. Mereka terdiri 17 warga binaan asal Karanganyar, dan 38 warga binaan asal Solo.

“Saat ini masih terus kami upayakan. Supaya, hak politik mereka tidak hilang,” katanya. (Ali)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.