Banner sumsel

Tekan Indeks Prevalensi Karies, 1000 Murid SD Sikat Gigi Bersama

SEKAYU,koranindonesia.Id– Sedikitnya 1000 murid Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) khususnya yang bermukim di Kota Sekayu, menyikat gigi bersama pada Acara Bakti Sosial Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2018 dengan Tema “Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dan Resiko Gula Tersembunyi”  di Stable Berkuda Sekayu, Kamis (29/11/2018).

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Muba, Drg Daisy Risviany SPOG berharap melalui kegiatan sikat gigi bersama ini bisa menimbulkan kesadaran bagi siswa siswi SD akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Serta untuk menekan indeks penyakit pada Gigi dan mulut (Prevalensi karies) pada masyarakat khususnya pada anak.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut, selain itu dalam rangka mendukung program pemerintah  untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Dalam kegiatan ini kami kampanyekan sikat gigi dua kali sehari, setelah 21 hari  kegiatan ini selanjutnya akan dilakukan evalusi untuk menghitung kembali index prevalensi karies pada anak, “jelasnya.

Mewakili Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi membuka langsung acara tersebut. Dalam sambutannya dikatakan, kegiatan menyikat gigi bersama yang dipionirkan pada anak-anak bertujuan untuk memupuk kebiasaan sehat kepada anak usia dini.

“Menyikat dan menggosok gigi minimal sehari dua kali, kebiasaan ini harus kita tumbuh kembangkan kepada anak-anak, kepada pihak PDGI cabang Muba dan Sumsel, serta pihak swasta yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini kami ucapkan terimaksih. Saya minta kepada PDGI Muba, agar kebiasaan semacam ini terus dilakukan,”ujarnya.

Lanjut Sekda, kedepan inovasi bagi tenaga pendidik, bagaimana caranya, agar di sekolah-sekolah dasar di Muba setiap pagi anak-anak sebelum mulai pelajaran mereka diajarkan kejujuran untuk menggosok gigi.

“Ini tantangan inovasi, jika berhasil tentu kita telah berhasil memupuk kesehatan, kebiasaan dan kejujuran bagi anak-anak. Ini tantangan dan tawaran dari kami Pemkab Muba, asal kita punya keinginan, kekompakan dan inovatif pasti bisa dilaksanakan,” katanya.

Sementara itu Ketua PDGI Sumsel, Drg Andika Sitasari SPOG mengatakan bulan kesehatan gigi nasional merupakan komitmen antar Persatuan Dokter Gigi dan Asosiasi Persatuan Perguruan Tinggi Kesehatan Gigi di Indonesia yang didukung pihak uniliver. Bulan gigi kesehatan nasional ini dilaksanakan bekerjasma dengan berbagai sekolah dan dukungan Pemkab setempat.

“Untuk di Sumsel, 48% masyarakat yang menderita prevalensi karies, tentu menjadi tugas besar kita bersama, tidak terlepas di Kabupaten Muba. Pada kegiatan ini selain penyuluhan, cara menyikat gigi yang benar pun harus kita sosialisasikan. Yang perlu dicermati rata-rata masyarakat Sumsel memiliki lima gigi berlubang, Melalui kegiatan ini, lindungi kesehatan gigi dari resiko gula yang tersembunyi, karena mayoritasnya pada umumnya penyebab kries gigi adalah itu, “ungkapnya. (ril)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.