Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Tegas…!! Ini Peringatan Presiden Turky Erdogan untuk Presiden Prancis

JAKARTA, koranindonesia.id – Turki dilaporkan kembali melancarkan serangan kritikan kepada sekutu Yunani, Prancis. Kecaman terbaru terhadap Prancis dilontarkan langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Erdogan secara terang-terangan menyuruh Presiden Prancis, Emmanuel Macron berkaca pada sejarah kelam Prancis, seperti invasi Prancis ke Aljazair hingga kasus genosida Rwanda 26 tahun lalu.

Terlepas dari sanggahan Prancis atas kasus genosida Rwanda, Erdogan menyebut Macron tidak berhak mengajari bab kemanusiaan kepada Turki.

“Anda tidak bisa menguliahi kami tentang kemanusiaan. Jangan main-main dengan negara dan rakyat Turki,” ucap Erdogan merujuk sejarah pembantaian di Aljazair di mana sekitar 1 juta orang terbunuh dan di Rwanda di mana 800 ribu orang tewas.

Sementara dari laporannya, Anadolu Agency menulis bahwa kecaman Erdogan untuk Macron terjadi selama acara simposium peringatan kudeta militer di Pulau Demokrasi dan Kebebasan.

Disebutkan pula bahwa dalam simposium tersebut, Erdogan tidak hanya kedapatan mengkritik Turki, tetapi juga Yunani. Namun, khusus untuk Yunani, Erdogan dilaporkan masih membahas masalah eksplorasi energi di wilayah Mediterania Timur.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini, Yunani telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki di kawasan Mediterania Timur. Tidak hanya itu, Yunani juga telah menuding Erdogan mengkotakkan wilayah maritim berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantainya.

Meskipun tidak memiliki kekuasan banyak di garis Pantai Mediterania Timur, Macron disebut ikut turun tangan mendukung Athena.

Sebelum dikritik Erdogan misalnya, Macron secara gamblang menyatakan akan bersikap tegas terhadap rezim Erdogan.

“Kita harus keras dengan pemerintah Turki, tetapi bukan dengan rakyatnya, yang mana (mereka) memiliki hak lebih daripada pemerintah Erdogan.

“Turki tidak lagi menjadi mitra di kawasan Mediterania,” ucap Macron pada Kamis (10/9) lalu, yaitu saat menjelang pertemuan puncak negara-negara anggota UE bagian selatan.

Kemudian, di hari yang sama, Turki juga diketahui melancarkan serangannya kepada Prancis. Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bagaimana Macron telah membahayakan kepentingan Uni Eropa dengan ‘sikap individualisnya’.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.