Rekor tanpa kekalahan sepanjang pramusim belum membuat Bernardo Tavares merasa aman. Pelatih Persebaya Surabaya itu justru menyoroti peluang lawan yang masih muncul ketika timnya kehilangan bola.
Tavares menilai celah dalam transisi bertahan dapat menjadi persoalan serius saat Super League 2026-2027 dimulai. Ia mengingatkan Bhayangkara berpotensi menghukum kesalahan serupa pada pertandingan 5 September.
“Tim lawan memiliki dua atau tiga peluang yang bisa menjadi gol,” tutur Tavares. Peringatan tersebut menjadi penanda bahwa hasil positif selama masa persiapan belum menutup seluruh pekerjaan rumah Bajul Ijo.
Persebaya menutup rangkaian pramusim dengan kemenangan 1-0 atas Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/8/2026) malam. Hasil itu memperpanjang momentum tim menjelang laga perdana kompetisi.
Secara keseluruhan, Persebaya mencatat enam kemenangan dan satu hasil imbang dalam tujuh pertandingan pramusim. Catatan itu juga mengantar mereka menjadi juara Piala Presiden 2026.
| Ajang | Lawan | Hasil |
|---|---|---|
| Persebaya 99th Anniversary Game | PSIS Semarang | Menang 2-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | Persija Jakarta | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | PSMS Medan | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 Grup B | Port FC | Menang 2-1 |
| Piala Presiden 2026 Semifinal | Arema FC | Menang 1-0 |
| Piala Presiden 2026 Final | Persib | Imbang 1-1, menang penalti 6-5 |
| Uji coba internasional | Penang FC | Menang 1-0 |
Gelar Piala Presiden mengakhiri penantian 22 tahun Persebaya untuk kembali mengangkat trofi. Namun, Tavares meminta tim tidak menjadikan pencapaian tersebut sebagai alasan untuk kehilangan fokus.
“Sudah mendapatkan trofi dan saya pikir trofi itu akan masuk museum. Jadi sekarang kami harus fokus pada masa sekarang dan masa depan,” ujar Tavares.
Menurut bola.kompas.com, pelatih asal Portugal itu tetap memandang gelar pramusim sebagai hal positif bagi pemain, klub, Bonek, dan Bonita. Meski demikian, ia menempatkan trofi tersebut sebagai bagian dari proses yang harus segera ditinggalkan.
Hasil Melawan Rival Belum Menjadi Patokan
Kemenangan atas Persija Jakarta dan hasil imbang melawan Persib di final tidak dipandang Tavares sebagai ukuran penuh kekuatan tim. Kedua calon lawan Persebaya di Super League itu, menurutnya, tidak tampil dengan skuad lengkap saat pramusim.
“Jangan lupa, Persib dan Persija, tim yang kami hadapi dan juga akan kami hadapi di Super League, tidak bermain dengan skuad penuh,” kata Tavares. Ia meminta para pemain menjaga kerendahan hati serta melanjutkan evaluasi sebelum kompetisi resmi berjalan.
Tavares tetap mengapresiasi kerja para pemain selama seluruh agenda persiapan. Ia melihat sejumlah momen permainan yang baik, tetapi menekankan bahwa kualitas tersebut harus muncul secara berulang dalam setiap fase pertandingan.
“Dalam beberapa momen kami menunjukkan hal-hal yang bagus. Namun, kami harus lebih konsisten untuk mengulangi hal-hal baik tersebut,” imbuhnya.
Konsistensi menjadi kebutuhan penting karena Persebaya akan menghadapi tuntutan berbeda ketika kompetisi resmi dimulai. Kemenangan tipis atas sejumlah lawan dalam pramusim memperlihatkan tim mampu memperoleh hasil, tetapi juga menyisakan ruang perbaikan.
Dukungan Bonek dan Bonita tetap disebut Tavares sebagai energi besar bagi para pemain. Atmosfer tersebut diharapkan dapat menguatkan Persebaya tanpa menggeser perhatian tim dari target persiapan.
Fokus tim kini diarahkan pada pemulihan kondisi pemain dan pemantauan mereka yang mengalami cedera. Seluruh hasil pramusim diposisikan sebagai modal untuk menyambut Super League, bukan jaminan atas perjalanan kompetisi nanti.






