Tangan Diborgol, Penyebar Hoaks Dibawa ke Ruang Penyidik

 

JAKARTA,koranindonesia.id-Tersangka kasus hoax Mustofa Nahrawardaya dibawa penyidik ke ruang pemeriksaan dengan memakai baju tahanan dan diborgol plastik di tangan.

Mustofa keluar dari arah lokasi tahanan gedung Bareskrim, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 11.30 WIB, Rabu (29/05/2019). Saat keluar dari pintu, Mustofa yang memakai baju tahanan oranye dikawal beberapa orang penyidik. Mustofa digiring ke gedung Awaloedin Djamin yang menjadi tempat pemeriksaan.

Mustofa sempat tersenyum dan mengangkat kedua jempolnya. Dirinya tidak menjawab lagi pertanyaan yang dilontarkan wartawan. Mustofa terus berjalan digiring penyidik kearah tempat pemeriksaan dan hanya menjawab satu pertanyaan wartawan yang menanya kabarnya.

“Saya sehat mas, terima kasih,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta (29/05/2019).

Polisi sebelumnya menangkap Mustofa pada Minggu (26/05/2019) dini hari di rumahnya. Mustofa ditangkap lantaran diduga menyebarkan kabar bohong alias hoax melalui akun Twitter terkait kerusuhan 22 Mei 2019 dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Cuitannya buat onar dan harus dipertanggungjawabkan perbuatannya,” tandas Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul, Minggu (26/05/2019).

Mustofa dijerat Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.