Banner sumsel

Tak Miliki Perda, Puluhan Bentor Merajalela

PALEMBANG, koranindonesia.Id-Tak miliki Peraturan Daerah (Perda) khusus yang melarang operasional Becak Motor (Bentor) di Kota Palembang, membuat angkutan yang dimodifikasi dari mesin parut kelapa ini semakin merajalela. Bahkan, sepanjang tahun 2018 ini saja ratusan Bentor dirazia.

Dalam rangka penertiban lalulintas, Dinas Perhubungan Kota Palembang pun melakukan razia, Rabu (21/11/2018), dan didapati lebih dari 20 unit Bentor yang siap dicacah. Penertiban itu dilakukan di kawasan jalan protokol, seperti diantaranya Jalan Merdeka, Sudirman dan Letkol Iskandar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Kurniawan melalui Kepala Bidang Pengawasan, Pelayanan dan Operasional (Wasdalop), Martha Edison mengatakan, Bentor yang sudah diangkut ke kantor Dishub akan dicacah dan dipotong-potong.

“Bentor tidak memiliki Perda dan izin operasional, maka kita razia untuk dikembalikan ke bentuk semula, becak dan motor,” katanya usai melakukan razia Bentor, Senin (21/11/2018).

Ia tak menampik jika meskipun berkali-kali dilakukan penertiban, Bentor lagi-lagi bermunculan seakan tanpa jera. Ia meyakini, dalam waktu dekat peraturan akan terbit meski ia tak secara gamblang menyebutkan waktunya.

“Salah satu kendala kita adalah belum adanya Perda. Tapi kemungkinan dalam waktu dekat ini akan segera diterbitkan. Tapi, disamping itu, peraturan dilarangnya bentor tersebut sudah sangat jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2018 ini, pihaknya sudah menertibkan lebih dari 100 bentor melalui razia gabungan bersama tim kepolisian di jalan-jalan kota. Dimana bentor tersebut dikembalikan lagi menjadi fungsi semula. Jika pemiliknya ingin mengambilnya, maka diwajibkan membuat surat pernyataan untuk tidak kembali mengoperasionalkan kendaraan tersebut.

“Kalau tidak ditertibkan, itukan juga berbahaya. Namun, selain itu yang masih jadi pertimbangan kita juga, mereka melakukan itu untuk mencari nafkah. Untuk itu kita harapkan juga kerja sama masyarakat dalam hal ini,” jelasnya. (Iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.