Banner sumsel

Tagih Janji Kampanye Pilgub, HDMY Diminta Segera Setop Angkutan Batubara Lintasi Jalan Umum

LAHAT, koranindonesia.id – Dukungan kepada Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru untuk menyetop, angkutan batubara melintasi jalan umum di provinsi ini, terus mengalir.

Tak terkecuali dari sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Lahat, sebagai muara lajunya angkutan batubara, dukungan ini bukan tanpa alasan, selain persoalan debu yang dirasakan warga, juga soal kerap terjadinya kemacetan.

Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Lahat-Pagaralam Misnan Hartono Gumay. Lelaki yang juga menjabat Sekretaris DPW PBB Provinsi Sumsel ini mengaku prihatin, melihat kondisi ruas jalan Lahat-Palembang.

Menurutnya, angkutan batubara menggunakan jalan umum dinilai banyak merugikan pengguna jalan.

“Ya sebagai putra daerah, kita sangat mendukung rencana Gubernur Sumsel untuk menghentikan angkutan batubara, karena ini merugikan.  Artinya, lebih cepat lebih baik,” kata Misnan, kepada wartawan, Senin (29/10/2018).

Lebih jauh menurutnya, imbas kesejahteraan rakyat khususnya warga di Kecamatan Merapi Area, juga tidak signifikan. Masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan dan secara khusus belum berdampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan.

“Saya kira, perusahaan-perusahaan batubara yang selama ini sudah melakukan eksplorasi dan maraup keuntungan, sudah saatnya memikirkan kesejahteraan warga dan tidak menggunakan jalan umum lagi, ” pintanya.

Misnan Hartono Gumay (FOTO/SFR)

Dukungan yang sama juga disampaikan Ismet Taher. Menurut warga Lahat ini, sesuai janji politik yang disampaikan pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya (HD-MY) pada pelaksanaan Pilgub Sumsel lalu, untuk menyetop angkutan batubara melintasi jalanan umum, karena selama ini dinilai sangat merugikan pengguna jalan, mesti secepatnya direalisasikan.

Ditambahkannya, selain sudah banyak korban lakalantas, kemacetan lalulintas kendaraan di ruas jalan Lahat hingga Palembang selalu terjadi, sejak angkutan batubara menggunakan jalan umum.

“Sejak truk angkutan batubara melalui jalan umum, pengguna jalan selalu mengeluh macet, apalagi pada waktu-waktu tertentu, saat angkutan batubara konvoi melintas di jalan umum,” tutur Ismet.

Dia mengemukakan, padahal sudah ada aturan agar truk angkutan batubara tidak boleh melintas di jalan umum setiap saat dan telah diatur waktunya, tetapi menurutnya, masih banyak yang tidak menaati aturan tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru mengungkapkan, jika penyusunan formula aturan untuk angkutan batubara tersebut akan menjadi fokus visi dan misi di masa kepemimpinannya.

Ia pun melihat dari dua sisi untuk kisruh mobilitas angkutan batubara ini. Pertama, batubara menjadi salah satu sektor usaha yang memberikan kontribusi pada pendapatan daerah, sehingga pengusaha batubara perlu untuk dipayungi. Kedua, masyarakat sebagai pengguna jalan juga, harus diindungi dan mendapatkan hak-hak mereka.

“Maka keputusan batubara untuk tidak boleh melintas di jalan umum akan tetap diterapkan dengan waktu dan cara yang tepat. Apalagi dalam UU Minerba, angkutan batubara sudah diatur, begitupun juga Perda tentang Batubara sudah jelas dilarang melintas di jalan umum,” tegas Herman Deru beberapa waktu lalu.

(sfr)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.