Banner sumsel

Tagar #KPUJanganSalahInputData Puncaki Trending Topik

JAKARTA,koranindonesia.id -Kinerja dan kepercayaan terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) benar-benar lagi diuji. Tanda pagar (Tagar) #KPUJanganSalahInputData memuncaki trending topik percakapan di linimasa Twitter, sejak Selasa (23/04/2019) kemarin.

Warganet lewat tagar tersebut mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperbaiki kinerja dalam dan meminimalisir kesalahan entry data hasil perhitungan suara pada form C1 ke portal Sistem Informasi Perhitungan Suara (Situng) KPU.

Setidaknya, sudah lebih dari 54 ribu netizen yang berkicau tentang topik tersebut. Umumnya, mereka mendesak KPU untuk memperbaiki sejumlah entry data yang salah dan berbeda dengan formulir C1.

Hari ini tanggal 23 April 2019 jam 10:30:02… Hai human order please diganti ya..,” tulis akun @Basukiayu seraya menampilkan sejumlah screenshoot kesalahan data di situng KPU yang berbeda dengan form C1 yang merugikan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Dear @KPU_ID tlg diperbaiki, TPS 03 Desa Bagoang, Kec Jasinga Kab Bogor Jawabarat. Suara 01 179 + suara 02 108 = 287 ? Di C1 01 = 79 Di C1 02 = 108 Suara sah = 187 Jelas ada penambahan 100 suara untuk 01. #KPUJanganSalahInputData,” tulis akun AyangCakep.

Ada pula netizen yang menyarankan agar Ketua KPU bersikap lebih tegas kepada para petugas penginput data tersebut agar mereka lebih berhati-hati dan tidak sembrono.

“Kalau saya jadi Ketua KPU, untuk menghindari salah input data yang fatal & terus menerus maka saya akan bicara seperti ini, “Barang siapa ada anggota KPU yang salah input data maka saya akan pidanakan,” Insya Allah yang input akan sangat hati2 & tdk sembrono #KPUJanganSalahInputData,” tulis akun @CakKum. 

Warganet lainnya bahkan lebih keras, menyatakan bukan human error tapi manusianya yang error.

“Kesalahan kok bisa terus berulang seperti ini @KPU_ID ? Ini bukan human error lagi, tapi manusianya yang sudah error. Berobat lah kalau sakit #KPUJanganSalahInputData,” tulis @Razandy1. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.