Banner sumsel

Tabrak Pintu Trali, Aksi Maling Riski Gagal

PALEMBANG, koranindonesia. Id – Risky Virgiawan (21), pelaku pencurian dengan pemberatan ini gagal beraksi setelah menabrak pintu trali besi yang ada di rumah kos Dwi Nover (23) di Jalan Ahmad Yani, Lorong Dua Saudara, Kecamatan SU II Palembang.

Tak ayal, pemuda yang tinggal di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin ini menjadi bulan-bulanan warga sekitar yang kesal dengan aksinya. Setelah itu, tersangka diserahkan ke Polsek SU II Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pelaku terjadi Selasa (27/3/2018) sekitar pukul 18.00. Dimana awalnya tersangka berkeliling di seputaran tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengendarai motor Honda Beat nopol BG 2468 JAP.

Tersangka melihat pintu kosan korban terbuka dan timbullah niatnya untuk melakukan aksi pencurian itu. Dia mengendap-endap masuk ke dalam rumah korban dari pintu depan.

Setelah berada di dalam rumah kosan korban, Risky menuju kamar mengambil ponsel korban yang sedang diisi daya. Ketika hendak kabur, tersangka menabrak trali besi sehingga Dwi terbangun dari tidurnya.

Mendapati rumahnya didatangi tamu tidak diundang, tersangka berteriak maling yang mengundang perhatian masyarakat. Risky pun berhasil ditangkap dan sempat dihadiahi bogem mentah oleh warga sekitar.

Beruntung, anggota kepolisian Polsek SU II Palembang yang sedang melakukan patroli tiba di lokasi dan mengamankan tersangka dari amukan massa.

“Korban terbangun, gara-gara suara trali besi yang saya tabrak Pak. Baru pertama kalinya, itupun terpaksa karena tidak punya pekerjaan. Rencananya mau dijual, untuk makan sehari-hari,” ujar Riski ditemui di Polsek SU II Palembang.

Kapolsek SU II Palembang Kompol Okto Iwan Setiawan melalui Kanit Reskrim Ipda Novel membenarkan pihaknya sudah mengamankan tersangka. “Sudah kita amankan dan masih dalam pengembangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Selain tersangka, pihaknya mengamankan barang bukti ponsel korban dan motor milik tersangka.”Akan kita kenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman kurungan di atas lima tahun. Kita kembangkan, karena diduga ada TKP lainnya,” tutup Kapolsek. (ard/yuyun).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.