Banner sumsel

Tabrak Lari Patah Tangan dan Tulang Rusuk, Petani Ini Tak Punya Biaya Berobat

BATURAJA, koranindonesia.id – Sungguh malang nasib yang dialami Sujali (64) warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Pasalnya, sesuai pengakuan korban sehabis membeli makanan burung di Baturaja, ia diserempet oleh mobil yang platnya belum diketahui di Jalan Lintas Baturaja-Muaradua, Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Selasa (23/10) sekitar pukul 08.30 WIB, lalu.

Akibatnya, sepeda motor Supra X 125 Cc warna hitam yang dikendarai korban terpental dan korban pun terpelanting ke aspal.

“Gara-gara kecelakaan itu, tulang rusuk dan tangan kanan ayah saya patah sehingga sekarang harus menjalani perawatan intensif di RSUD Ibnu Sutowo Baturaja,” kata anak korban, Sukarja (31), saat ditemui di Ruang Rindu 4, Kamar Kutilang, Jumat (26/10/2018).

Sukarja menceritakan, pascamengalami kecelakaan, sampai hari ini pelaku tabrak lari terhadap korban belum menunjukan itikad baiknya.

“Kami benar-benar sedih dibuatnya. Padahal selama dirawat di rumah sakit sudah Rp7 juta uang yang dikeluarkan untuk biaya berobat ayah. Itu belum termasuk biaya operasinya. Kami terus terang bingung mau mencari uang kemana,” kata pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu dengan nada sedih.

Sukarja mengaku, untuk makan sehari-hari saja keluarganya kesulitan memenuhinya. Apalagi harus merogoh kocek puluhan juta untuk biaya operasi korban nanti.

“Ayah saya berobat pakai jalur umum, karena tidak ada kartu BPJS. Karena itu kami kebingungan mencari uangnya,” bebernya.

Sukarja berharap, oknum yang menabrak ayahnya dibukakan hatinya agar mau bertanggung-jawab mengobati korban sampai sembuh.

“Mudah-mudahan bae yang numbur setelah baco berita tentang ayah kami ini dapat terbuka mata hatinya sehingga mau bertanggung-jawab,” tandasnya.
(tin)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.