Banner sumsel

Survey ini Menangkan Dodi-Giri untuk Pilkada Sumsel

PALEMBANG,koranindonesia.id -Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) merealase hasil survei untuk Pilkada Sumsel dengan hasil pasangan calon Dodi dan Giri mengunguli calon-calon lainnya dengan angka 36,25 persen sementara rival terkuatnya Herman Deru-Mawardi 30,06 persen. Hal itu terungkap dalam   press conference “Dinamika Pemilih dalam Pelaksanaan Pilkada Langsung Provinsi Sumsel Juni 2018 di Hotel Aston,  Kamis (21/6/2018).

Direktur Utama Puskaptis Husin Yazid mengatakan,  survei dilakukan di 17 kabupaten kota dengan 141 Kecamatan dan 242 kelurahan atau desa.

“Kita ambil data 1200 sampel,  dengan margin eror 2,8 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Dan survei dilakukan dari  6 Juni sampai 12 Juni,” ujarnya.

Lebih lanjut Husin menjelaskan,  dari tingkat keterkenalan ada 3 calon diatas 90 persen.  Yakni Ishak dan Yudha 98,60 persen.  Herman Deru dan Mawardi Yahya 97,37 persen.  Dodi dan Giri 97,25 persen dan Saifudin dan Irwansyah 88,43 persen. Untuk tingkat kesukaan pemilih terhadap Paslon Cagub Dodi dan Giri 69,66 persen.  Herman Deru dan Mawardi Yahya 56,65 persen.  Ishak Mekki dan Yudha 41,25 persen dan Saifudin dan Irwansyah 17,95 persen.

Husin menjelaskan,  untuk elektabilitas Cagub dan Cawagub dari tanggal 10 sampai 16 Mei menghasilkan pasangan Dodi dan Giri 33,15 persen,  Herman Deru dan Mawardi Yahya 28, 16 persen,  Ishak Mekki dan Yudha 14,30 persen serta  Saifudin dan Irwansyah 7,15 persen.

Sedangkan elektabilitas Cagub dan Cawagub di Pilgub Sumsel dari 6 sampai 12 Juni Dodi 36,25 persen.  Herman Deru 30,06 persen.  Ishak 15,25 persen dan Saifudin 5,20 persen.

“Untuk tingkat animo masyarakat memilih tinggi untuk pilgub untuk partisipasi pemilih bisa diatas 70 persen. Sedangkan 30 sampai 35 persen ini pemilih pemula.

Dari posisi militansi pemilih terhadap paslon Cagub Sumsel 2018  pasangan Dodi  dan Giri mengunguli lawan-lawannya yaitu,  96,80 persen.  Herman Deru dan Mawardi 94,97 persen.  Ishak Mekki dan Yudha 93,45 persen dan Saifudin Aswari dan Irwansyah 88,75 persen.

“Tingginya elektabilitas Dodi dan Giri karena faktor pertama adalah  figur.  Integritas dan mewakili pemilih pemula. Faktor kedua mesin politik pendukung dan relawan,”katanya.

Pengamat Politik Joko Siswanto dari Unsri menyambut positif Puskaptis merilis surveinya.  Dari sisi metodologis tidak ada yang salah dengan surveinya.  Respondennya cukup dan mewakiki 17 kabupaten kota.

“Yang terkenal belum tentu dipilih. Pak Ishak terkenal tapi dari tingkat keterpilihan belum tentu dipilih. Ini artinya tingkat kesukaan ada korelasi dengan identitifikasi partai, figur dan isu,”katanya.

Menurut Joko,  orang memilih itu sama seperti jatuh cinta.  Kalau sudah suka sulit untuk berpindah lagi. Kalau kursi di DPRD nya banyak.  Itu bisa menang mestinya.  Karena kontituennya juga banyak.

Soal pemberian uang itu persentasenya kecil namun bukan berarti politik uang itu tidak  mempengaruhi partisipasi. Survei Puskaptis ini logis. Namun dengan  masih tingginya swing voter angka  bisa saja  merubah hasil survei. Karena angka 13,02 persen ini yang mengambang.  Mereka ini kelas menengah dan kelas atas.

Terkait dengan politik identitas, Joko tidak melihatnya, karena masyarakat sudah mencair. Politik identitas malah tidak berlaku di Sumsel.Soal debat kandidat Joko menilai pengaruhnya jauh lebih luas. Karena dari debat akan dilihat pola pikir,pola bicara,pola kesopanan.

“Leadership akan kelihatan, pengelolaan emosi,kecerdasan intelektual paslon dan  emosi akan terlihat di debat kandidat,”ujarnya. (win)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.