Banner sumsel

Survei SMRC : Peluang Jokowi Menangi Pilpres Menguat

JAKARTA, koranindonesia.id – Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting Djayadi Hanan mengatakan peluang Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangi pemilu presiden (pilpres) 2019 menguat.

Menurut Djayadi, hal itu terlihat dari jarak perolehan dukungan antara Jokowi dan pesaingnya, Prabowo Subianto, yang melebar.

“Jokowi berpeluang sangat besar terpilih sebagai presiden pada 2019,” kata Djayadi di Kantor SMRC, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Survei terbaru SMRC mencatat, elektabilitas Jokowi mengalami peningkatan dari Mei-September 2018. Di sisi lain, elektabilitas Prabowo Subianto justru menurun pada periode yang sama.

Djayadi merinci, dukungan untuk Jokowi meningkat dari 57% pada Mei menjadi 60% per September 2018. Sedangkan, suara Prabowo menurun dari 32,2% menjadi 28,7%.

Menurut Djayadi, tren kenaikan ini penting sebagai indikasi hasil akhir Pilpres 2019. Merujuk tiga kali pemilihan presiden sejak 2004, 2009, hingga 2014, kata Djayadi, calon yang suaranya cenderung unggul dan terus naik akan sulit dikalahkan.

Ditambahkan Djayadi, meski dukungan untuk Prabowo menurun, namun secara top of mind, elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra itu terus meningkat sejak Mei 2018. Popularitas top of mind Prabowo naik, dari 14,9% menjadi 21,8%.

Adapun popularitas top of mind Jokowi juga meningkat. Popularitas calon presiden petahana ini meningkat dari 40,9% pada Mei 2018 menjadi 47,4%.

“Sama-sama naik 7%, tetapi selisihnya memang masih jauh sekitar 25-26%,” kata Djayadi.

Survei ini melibatkan 1.074 dari 1.220 responden dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan pada 7-14 September 2018 dengan margin of error plus minus 3,05% dengan tingkat kepercayaan 95%.

Ilustrasi (FOTO/DOK KI)

Pendukung Prabowo Tak Kabur Karena Kasus Ratna Sarumpaet

Sementara itu, kasus penyebaran berita bohong (hoaks) yang menimpa aktivis perempuan Ratna Sarumpaet yang notabene tercatat sebagai salah satu pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga disebut Djayadi, tak akan membuat pendukung Prabowo kabur.

“Isu Ratna tak akan membuat pemilih Prabowo menyeberang,” imbuh Djayadi pula.

Ia melanjutkan beban citra negatif membuat tugas menggaet pemilih yang belum menentukan pilihan menjadi sulit. Apalagi tugas Prabowo saat ini menambah suara.
Djayadi juga menyebut, isu Ratna ini juga dianggapnya tak menambah elektabilitas Jokowi.

“Dia sudah mengakui kalau itu salah. Dan itu minimal membuat pendukungnya memaaafkan ya. Karena pemilih Prabowo itu cenderung pemilih yang anti-Jokowi. Apapun yang dilakukan Prabowo mereka akan melakukan pembenaran. Sehingga tidak akan membuat mereka lari,” kata Djayadi.

Ia tak mengetahui sampai kapan isu ini akan berpengaruh. Tapi bergantung pada isu yang berkembang setelah ini. Misalnya apakah ada isu yang lebih besar lagi.

“Karena ini kan enggak berkaitan dengan isu ekonomi kan. Kalau ini berkaitan bisa panjang. Ini isu fundamental itu. Comes and go. Dugaan saya tidak terlalu lama bertahan,” kata Djayadi.
(mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.