Banner sumsel

Survei NCID, Ini Selisih Elektabilitas Antara Prabowo dan Jokowi

JAKARTA,koranindonesia.id-Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) merilis hasil survei pasca debat keempat yang digelar pada Sabtu (30/3/19) lalu. Hasilnya, elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo-Sandi berhasil melampaui Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan selisih 18,2 persen.

“Prabowo unggul pada debat keempat karena secara umum menguasai tema debat terlebih dalam tema pertahanan dan keamanan serta wawasan global,” ujar Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman dalam keterangan tertulis yang diterima koranindonesia.id, Minggu (7/4/2019).

Keunggulan Prabowo ini, lanjut Jajat, juga ditopang efek kampanye terbuka yang selalu berhasil menarik banyak elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Sehingga, penampilan Prabowo dalam debat keempat juga berhasil dikonversi ke penambahan angka elektabilitas.

“Ketegasan dan kelugasannya (Prabowo) dalam menyampaikan gagasan dan pesan dalam debat. Kemudian juga mulai mengambil posisi ofensif, seolah menjadi pendorong bagi pemilih yang selama ini belum menentukan sikap,” jelasnya.

Menurut Jajat, performa Prabowo juga yang menyebabkan responden yang sebelum debat keempat belum menentukan pilihan, mulai memutuskan untuk mendukung Capres nomor urut 02 itu. Bahkan dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan sikap (undecided voters) atau tidak mau menjawab hanya tinggal 1,74 persen.

“Responden yang sebelumnya masih ragu menjatuhkan pilihan, mulai menentukan sikapnya. Karena debat terakhir dipandang membuka mata sosok pemimpin mana yang orientasinya kepentingan nasional, memiliki pemahaman dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan bangsa dan negara,” paparnya.

Seperti diketahui, dalam survei yang digelar sejak Minggu (31/3/19) sampai Selasa (2/4/19) menunjukkan elektabilitas Jokowi hanya mendapat 40,03 persen. Hasil ini berbanding sangat signifikan oleh Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto, dengan perolehan 58,23 persen.

Survei NCID melibatkan 632 responden yang mewakili 34 Provinsi di Indonesia, dengan sampel acak bertingkat. Adapun metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka disertai kuisioner, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,9 persen. (Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.