Banner sumsel

Surati PN Jaksel, KPK Ajukan Penundaan Sidang Prapradilan Romahurmuziy

 

JAKARTA,koranindonesia.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengirimkan surat ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) untuk meminta penundaan sidang prapradilan Romahurmuziy (Rommy) tanpa menjelaskan detail alasan permohonan penundaan tersebut.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan Biro Hukum KPK telah mengirimkan surat pada PN Jaksel atau hakim prapradilan. Untuk meminta penundaan persidangan prapradilan yang diajukan tersangka Rommy. Dikatakannya persidangan perdana prapradilan yang diajukan Rommy sendiri rencananya digelar hari ini.

“Belum diketahui apakah hakim akan menunda persidangan hingga kapan,” ungkapnya kepada wartawan, di Jakarta, Senin (22/04/2019).

Dijelaskannya, Rommy sendiri ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga menerima duit suap dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap.

Keduanya diduga memberi suap senilai total Rp 300 juta kepada Rommy. Suap itu, disebut KPK, diberikan agar Rommy membantu proses seleksi jabatan keduanya. KPK menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag. Alasannya, Rommy tidak memiliki kewenangan langsung untuk pengisian jabatan di Kemenag.

“Rommy kini sedang dalam proses pembantaran karena sakit. Dia dia dirawat di RS Polri karena keluhan BAB mengeluarkan darah,” tandasnya. (erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.