Banner sumsel

Surat Suara Pilpres Banyak Kurang, Masyarakat Terpaksa Kehilangan Hak Pilih

PALEMBANG, koranindonesia.id – Kesiapan penyelenggara pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019, yang digelar hari ini, Rabu (17/4/2019) dipertanyakan. Sebab, saat pelaksanaan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hari ini, banyak ditemukan kejanggalan, mulai dari kekurangan surat suara, hingga masih ditemukan surat suara dalam kondisi yang sudah tercoblos.

Bakri, petugas KPPS di TPS 044 mengatakan, sejak pagi pihaknya hanya menerima 145 lembar surat suara pilpres, dari total surat suara yang dibutuhkan 291 surat suara. Dengan kata lain ada 146 surat suara pilpres yang kurang.

“Sejak awal kita sudah tahu kalau surat suara pilpres kurang. Oleh sebab itu kita sudah melapor ke PPS akan tetapi sampai jam 12.00 WIB masih belum ada kejelasan apalagi tambahan surat suara,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Joni, petugas KPPS di TPS 35, Kelurahan Kuto Batu, Kecamatan Ilir Timur III, Kota Palembang yang menyebutkan, dari 300 mata pilih di TPS yang terletak di Jalan Veteran Palembang ini, pihaknya hanya mendapat alokasi surat suara sebanyak 172 lembar. artinya terjadi kekurangan hampir separuh dari kebutuhan surat suara di TPS tersebut.

“Dengan adanya surat suara yang kurang ini, kita sudah jelaskan kepada pemilih. Dan kita minta untuk menunggu. Tetapi karena surat suaranya tidak kunjung datang, maka kebanyakan mereka memilih pulang dan tidak mencoblos sama sekali,” tuturnya, Rabu (17/4/2019).

Popa Delta, salah satu pemilih di TPS 044, Kecamatan IT II mengaku, sangat kecewa karena sudah menunggu lima tahun dan datang jauh-jauh, untuk bisa menggunakan hak suaranya. Tetapi, setelah tiba di TPS surat suaranya malah tidak ada.

“Karena surat suara pilpresnya tidak ada, saya memilih menunggu dulu. Tapi karena sampai jam 12.00 WIB lebih surat suara pilpres tidak kunjung datang. Jadi saya memilih untuk tidak menggunakan hak suara sama sekali,” ungkapnya kecewa.

Terkait kondisi ini, wartawati salah satu surat kabar harian lokal di Palembang ini mempertanyakan kesiapan penyelenggara untuk menyukseskan pemilu. “Disatu sisi KPU selalu memyuarakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Tetapi di lapangan KPU sendiri yang justru secara paksa menghilangkan hak masyarakat untuk memilih dengan cara tidak menyiapkan surat suara,” tukas Delta.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) Kelly Mariana menyatakan, untuk kekurangan atau ketiadaan surat suara, khususnya pada Pilpres 2019 ini, maka di setop pemberian surat suara pilpres, dan dilanjutkan untuk empat pemilu lainnya (Pileg), dan akan dilakukan pemilu susulan, khusus untuk pilpres.

“Mohon kawan-kawan media bersabar ya, karena kami sedang menginventarisir semua permasalahan yang ada dan solusinya. Inshaa Allah sore nanti akan ada pernyataan resmi dari kami,” ringkasnya melalui aplikasi pesan singkat.
(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.