Banner sumsel

Surat Suara Kurang, Eftiyani Salahkan Pokja Logistik

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Dalam sidang hari keempat terkait dugaan pelanggaran pemilu, lima komisioner KPU Palembang menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa, Rabu (10/7/2019).

 

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, terdakwa Eftiyani, selaku KPU Kota Palembang menjelaskan tentang kekurangan surat suara yang menjadi pemicu keluarnya rekomendasi Pemungutan Suara Susulan (PSL).

 

“Kekurangan surat suara adalah kesalahan saat proses packing oleh kelompok kerja logistik di Jakabaring,” ucapnya dihadapan majelis hakim yang diketuai Erma Suharti.

Menurutnya surat sisa packing dan surat suara rusak harus dimusnahkan dan yang sudah di packing sudah berada di dalam kotak suara serta disebar ke TPS.

Selain itu saat proses distribusi, jumlah surat suara pemilihan presiden sama dengan pemilihan legislatif, yakni 1.147.014. Namun ketika ditanya jaksa kenapa bisa terjadi kekurangan di wilayah Kecamatan IT II.

Eftiyani menjelaskan, semua karena ada surat suara presiden yang termasuk kotak suara untuk wilayah lain. Namun dirinya juga mengaku bahwa di tempat lain tak ada kelebihan surat suara.

 

Sedangkan terkait tak dilaksanakannya Pemungutan Suara Lanjutan (PSL) di 70 TPS seperti yang direkomendasikan karena persoalan anggaran.

 

“Untuk PSL kami koordinasi dengan KPU Sumsel dan KPU RI, tidak serta merta dapat dilaksanakan di 70 TPS karena harus dilakukan identifikasi dan verifikasi karena ada anggaran yang akan dikeluarkan,” tandasnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.