Banner sumsel

Surat Protes SFC Diterima Komite Perwasitan 

PALEMBANG, koranindonesia.id – Protes Sriwijaya FC (SFC) terkait performa pengadil lapangan pada laga melawan Persebaya di Surabaya, Minggu (22/4/2018) dipastikan sudah diserahkan PT Liga Indonesia ke Komite Perwasitan.

Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Faisal Mursyid mengatakan, klub berharap hal ini segera diproses oleh Komite Perwasitan karena SFC menilai, beberapa keputusan wasit sepanjang pertandingan telah berat sebelah.

“Sriwijaya FC mempercayakan semuanya ke Komite Perwasitan. Kami tidak dapat mencampuri karena ini urusan internal mereka untuk menilai kinerja wasit Rihendra Purba,” ucapnya Selasa (24/4/2018)

Terkait muara dari pelaporan ini, Faisal mengatakan pada dasarnya tidak akan berpengaruh langsung karena hasil pertandingan tidak bisa lagi diubah. Hanya saja, dengan adanya protes ini setidaknya ada tekanan psikologis ke wasit untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan saat memimpin pertandingan.

“Kami berharap hal ini tidak terjadi lagi, bukan hanya untuk Sriwijaya tapi untuk semua pertandingan Liga 1,” tutur Faisal

Sebelumnya, meski mampu mencuri poin di kandang Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (22/4/20118) malam, manajemen SFC tetap meradang.

Kepemimpinan wasit Rihendra Purba dinilai, banyak merugikan Laskar Wong Kito sehingga usai pertandingan langsung mengajukan protes tertulis kepada operator kompetisi Liga 1 Indonesia 2018.

Manajer SFC Ucok Hidayat menyebut, pihaknya mengikuti semua mekanisme yang sudah diatur di dalam regulasi kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia.

“Sesuai aturan, ada Referee Feedback Form yang memang sudah disiapkan jika klub ingin mengajukan protes. Namun surat tertulis tetap akan kami siapkan disertai dengan bukti-bukti pendukung,” kata dia.

Keputusan wasit yang paling disoroti yakni pada menit ke-59. Wasit Rihendra menunjuk titik putih setelah Yu Hyu Koo dinilai melakukan takling keras terhadap pemain Persebaya. Beruntung tendangan penalti yang dilakukan David Aparecido da Silva melenceng dari mistar gawang. Namun pemberian penalti tersebut mendapatkan reaksi dari kubu Sriwijaya. Bahkan ramai di media sosial mempertanyakan performa pengadil lapangan.

Sebelumnya, Rahmad Darmawan juga berlari ke arah hakim garis pada menit ke-71 dan tampak emosi karena hakim garis menggagalkan serangan timnya dan menganggap Esteban Vizcarra dalam posisi offside. Bukan hanya itu saja, ternyata berulang kali serangan Laskar Wong Kito – julukan Sriwijaya FC, gagal karena dinyatakan offside oleh hakim garis.(mul)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.