Sumur Bor Tiba, Warga Desa Alasbuluh Lebih Nyaman Sambut Kemarau

BANYUWANGI, koranindonesia.id – Setelah sebelumnya Menteri ESDM Ignasius Jonan menyerahkan 9 sumur bor di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur pada Jumat (1/3) kemarin, kali ini giliran warga Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi, menerima sumur bor yang dibangun oleh Badan Geologi Kementerian ESDM melalui pembiayaan APBN 2018.

Hadirnya sumur bor di Desa tersebut seakan menjadi berkah tersendiri. Harapan mereka kini jadi nyata, warga pun kini bisa tersenyum bahagia. Pasalnya, sebelum adanya sumur bor, warga desa harus membeli air yang dikirim dari desa tetangga bila musim kemarau tiba.

Sejak hadirnya sumur bor berkedalaman 126 meter dengan debit 2,2 liter per detik di desa mereka, warga dapat lebih nyaman menyambut kemarau datang. Sumur bor ini mampu melayani kebutuhan air bersih bagi sekitar 3.000 jiwa.

Disampaikan Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, Desa Alasbuluh ini rutin mengalami kekeringan setiap tahunnya. Desa yang mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Wongsorejo yakni Desa Bangsring, Desa Alasrejo, Desa Sidowangi, Desa Wongsorejo, dan Desa Alasbuluh.

Bertempat di lokasi sumur bor Desa Alasbuluh, Sabtu (2/3) dilangsungkan penyerahan sumur bor tersebut oleh Liela Ubaidi, Tenaga Ahli Menteri bidang Geopark, Museum dan Sarana Prasarana, mewakili Menteri ESDM, yang menandai sumur tersebut kini dapat secara penuh digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Peresmian ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Jawa Timur masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya, salah satunya di Desa ini,” ujar Liela dilansir esdm.go.id, Minggu (3/3/2019).

Liela mengungkapkan, pada kesempatan ini juga secara simbolis diserahkan pula satu unit sumur bor yang dibangun di Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Sumur di Situbondo ini memiliki debit 1,7 liter/detik dan mampu melayani kebutuhan air bersih sampai dengan 2.500 jiwa.

“Karena ini merupakan program Pemerintah yang menggunakan APBN, jadi tolong dijaga bersama, agar tetap dapat dimanfaatkan bagi seluruh warga,” pungkas Liela.

(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.