Banner sumsel

Sumsel Waspada Longsor dan Angin Puting Beliung

PALEMBANG, koranindonesia.id – Perubahan musim panas ke hujan berdampak pada sejumlah bencana yang terjadi di Sumatra Selatan (Sumsel).

Terbukti, sejak beberapa waktu terakhir sejumlah daerah seperti di Kabupaten Muaraenim dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, dilanda longsor dan angin kencang.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Ansori mengatakan, longsor terjadi di Kabupaten Muaraenim pada Rabu (17/10) lalu, yang menyebabkan Jalan di Desa Kasai, Kecamatan Rotan, Muaraenim, amblas dan tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Enam desa terisolir karena tak bisa menggunakan jalan itu,” ungkap Ansori, Selasa (23/10/2018).

Tak hanya dilanda longsor, Kabupaten Muaraenim juga dilanda angin kencang atau puting beliung. Meskipun begitu, kerusakan dari bencana tersebut belum didata.

“Kami masih minta datanya tapi sepertinya sedikit, sehingga tidak dilaporkan,” terangnya pula.

Untuk Kabupaten PALI tepatnya di Simpang Bandara, Kecamatan Talang Ubi, PALI, dilanda bencana angin kencang pada Senin (22/10) kemarin, yang menyebabkan lima rumah rusak seperti atap genteng dan lain sebagainya. Kerusakan ditaksir mencapai lebih kurang Rp30 juta.

“Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD PALI langsung meninjau ke lokasi rumah yang terkena angin kencang dan membantu mengevakuasi kerusakan akibat angin kencang ini,” kata dia.

Sementara itu, Kasi Data dan informasi BMKG Kenten Palembang, Nandang menjelaskan, saat ini sebagian Wilayah Sumsel sudah memasuki awal musim hujan, khususnya di wilayah Sumsel bagian utara, barat dan bagian selatan.

“Untuk kota Palembang dan Sekitarnya seperti sebagian Banyuasin, Muba, PALI, Prabumulih, Muaraenim bagian utara, Ogan Ilir dan sebagian besar OKI diperkirakan masuk awal musim hujan,” ujar Nandang.

Untuk daerah-daerah yang akan memasuki awal musim hujan, saat ini sedang dalam masa peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan. Musim peralihan tersebut biasanya ditandai dengan adanya kondisi hujan lokal, dengan intensitas lebat sampai sangat lebat secara tiba-tiba, disertai angin kencang dan petir.

“Masyarakat khususnya di daerah untuk selalu waspada terhadap bencana, warga juga sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah,” imbaunya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.