Banner sumsel

Sumsel Dilanda Kekeringan, Operasi TMC Dihentikan Sementara

PALEMBANG, koranindonesia.id – Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dinilai mampu mengatasi persoalan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) dan bencana asap belum terlihat maksimal.

Pasalnya, kondisi kemarau yang melanda di Sumsel diperparah dengan curah hujan yang menipis membuat Sumsel pun dilanda kekeringan.

Akibatnya, karhutla terus terjadi di Sumsel, dan kondisi udara di Palembang pun berada pada level yang tidak sehat, terhitung hari ini Jumat (5/10/2018).

(FOTO/NET)

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Teknologi Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT, Sutrisno mengakui, pihaknya terpaksa menghentikan sementara TMC karena potensi cuaca selama seminggu terakhir relatif kering, dan kelembaban udara pun sangat rendah di wilayah Sumsel.

“Artinya kami tidak dapat melakukan penyemaian. Tapi, kami tetap standby jika memang ada awan maka kami langsung melakukan penyemaian,” ungkap Sutrisno kepada wartawan, Jumat (5/10/2018).

Ia mengaku kondisi kekeringan ini terjadi akibat adanya sirkulasi Eddy, yaitu pusaran angin dengan durasi harian dan berpeluang melanda sejumlah daerah di sebelah barat Sumatra Utara (Sumut) dan dua sistem tekanan rendah di laut Cina Selatan, sebelah barat Malaysia yang menuju siklon Kong Rey.

Akibat sirkulasi ini menyebabkan tertariknya masa udara menuju pusat sirkulasi tersebut. Ia pun memprediksi jika kondisi ini akan mulai kembali membaik pada 9 Oktober mendatang, sehingga TMC dapat dilakukan secara optimal.

“Kami harap kondisi cuaca ini dapat kembali membaik sehingga TMC dapat kembali dilakukan,” pungkasnya.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.