Banner sumsel

Sulit Buat Paspor, Masyarakat Terpaksa Pakai Jasa Calo

PALEMBANG,koranindonesia.id– Sejak diberlakukannya sistem pendaftaran online di aplikasi WWW.IMIGRASI.GO.ID tidak sedikit masyarakat merasa kesulitan mengakses jaringan tersebut. Sehingga masyarakat banyak yang memilih jalan pintas, seperti menggunakan jasa calo dengan biaya yang relatif tinggi.

 

Menanggapi itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas l Palembang, Hasrullah mengatakan, jika pihaknya sementara ini masih terus menyelidiki terkait dugaan adanya pencaloan ruang lingkup Imigrasi Palembang.
Menurutnya, menjelang libur akhir tahun, permintaan pembuatan Paspor kini meningkat, sehingga aplikasi sulit diakses, lantaran rebutan jaringan.
Namun demikian, kata Hasrullah, hal ini tidak menutup kemungkinan menimbulkan masalah baru, seperti pencaloan yabg dilakukan oknum tak bertanggung jawab dengan memblok aplikasi tersebut dan menjual belikan nomor antrean online.
“Kalau ada yang merasa dipersulit atau calo yang meresahkan dengan mematok harga tinggi, segeralah laporkan. Tentu dengan lampirkan bukti otentik, bila perlu fotonya sertakan. Kita tidak akan pandang bulu, baik itu warga sipil atau karyawan kita sendiri, akan kita tindak tegas demi memberantas hal tersebut,” katanya.
Selain itu, guna memudahkan masyarakat dan menghindari dari pencaloan tersebut, pihaknya akan menambah program antrean paspor online menjadi 200 orang dari sebelumnya berjumlah 150 orang.
“Untuk pendaftaran pembuatan paspor, perpanjang paspor itu biayanya dikenakan sama, yakni sebesar Rp 355 ribu. Kemudian kita juga ada program Wolking, khusus balita bawah umur 5 tahun dan Lansia yang usianya diatas 60 Tahun. Jadi mereka tidak perlu lagi mengantri dan langsung saja ke kantor,” jelasnya.
Untuk operasional sendiri, Kantor Imigrasi Palembang beroperasi dari Jam 7.30-16.00 dengan 6 peralatan rekam.
Pantauan dilapangan, permintaan pembuatan paspor begitu tinggi jelang libur akhir tahun.
Sayangnya, masyarakat mengaku kesulitan untuk pembuatan paspor ini. Terlebih saat ini Kantor Imigrasi Kelas I Palembang tidak melayani pembuatan paspor secara manual.
Sejak diberlakukannya aplikasi antrean paspor secara online, masyarakat kesulitan mengakses aplikasi online tersebut. Akibatnya masyarakat memilih jalan pintas dengan menggunakan jasa calo dengan tarif relatif tinggi.
Di Imigrasi saat ingin mengakses nomor antrean pembuatan paspor tersebut muncul pemberitahuan di layar aplikasi tersebut dengan kalimat “kuota habis silakan coba lagi”
Senada dengan itu, Yanto, seorang warga mengaku sudah tiga minggu berturut-turut berusaha mengakses nomor antrean pembuatan paspor namun usahanya pun nihil.
Indah warga lainnya,  menjelaskan secara blak-blakan prihal dirinya yang nekat memanfaatkan jasa calo untuk mendapatkan nomor antrean hingga pembuatan paspor selesai.
“Mau gimana lagi, kita rencana mau berangkat umroh akhir Desember ini, karena waktunyo mepet dan nomor antrean online pembuatan paspor juga susah diakses, ya akhirnya saya pilih jalan pintas via calo dengan biaya ditawarkan calo 1 juta per orang” kata wanita ini.
Kepala Kantor Imigrasi kelas l Palembang, Hasrullah tak menampik tingginya permintaan pembuatan paspor jelang libur akhir tahun, namun saat ditanya sulitnya mengakses nomor antrean pembuatan paspor online, dia mengaku hanya terkendala jaringan yang kurang mendukung pada saat masyarakat mengakses tersebut.
“Masalahnya bukan sulit diakses, banyak yang berhasil kok, ya tapi karena permintaan banyak jadi rebutan jaringan pada saat mau daftar” tutupnya. (den)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.