Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Sudjiwo Tedjo Yakin Fadli dan Fahri Tetap Kritis

JAKARTA, koranindonesia.id – Seniman Sudjiwo Tejo komentari kebijakan Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Bintang Tanda Jasa kepada politikus Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Sujiwo tidak khawatir pemberian penghargaan dapat membungkam sikap kritis Fadli dan Fahri. Mengingat, selama ini Duo F selalu vokal terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah.

“Saya termasuk yang tak khawatir Bintang Mahaputra Nararya akan membuat Bang Fadli Zon dan Bang Fahri kurang vokal lagi. Sebab mereka bukan Jawa. Orang Jawa seperti saya, sesuai filsafat penulisan Hanacaraka, kalau dipangku/dipuji/dihargai bukan saja kurang vokal lagi tapi mati/jadi konsonan,” tulis Sujiwo menggunakan akun Twitter @sudjiwotedjo, Selasa (11/8/2020).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD sudah menjelaskan mengapa Fahri Hamzah dan Fadli Zon termasuk dalam tokoh yang mendapat penghargaan Bintang Tanda Jasa.
“Bisa dijelaskan bahwa pemberian bintang Mahaputra kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah adalah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mantan ketua/wakil ketua lembaga negara, mantan menteri dan yang setingkat mendapat Bintang Jasa seperti itu jika selesai tugas dalam satu periode jabatan,” kata @mohmahfudmd di Twitter.

Kata Mahfud MD jika pemerintah tidak memberikan penghargaan kepada tokoh yang mengkritiknya dan terkesan pilih kasih, maka pemerintah dianggap mempolitisasi hak orang.
“Bahkan (sebelum ada masalah hukum) mantan pejabat seperti Irman Gusman, Surya Darma Ali, Jero Wacik, dan lain-lain sudah dianugerahi bintang tersebut. Pemerintah tidak boleh tidak memberikan tanpa alasan hukum. Jika Bintang Jasa tidak diberikan terhadap orang kritis berarti pemerintah mempolitisasi hak orang secara unfair,” kata dia.

Lebih lanjut Mahfud MD mengatakan “Yang mendapat bintang Mahaputra pada Agustus ini ada banyak. Ada Hatta Ali, Faruk Mohammad, Suhardi Alius, dan lain-lain. Ada juga Bintang Jasa kepada 22 tenaga medis yang gugur karena menangani Covid-19. Ada Bintang Pelopor, Penegak Demokrasi, dll. Bulan November bisa ada gelar Pahlawan. Semua ada UU-nya.”.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.