Banner sumsel

Sudah Setahun Pedagang Pasar Cinde Merugi dan Gulung Tikar

PALEMBANG, koranindonesia.id – Revitalisasi Pasar Cinde dari tradisional menjadi pasar modern, dikeluhkan oleh pedagang sejak setahun terakhir, lantara dipindahkan ke lokasi berdagang yang lain, mengakibatkan penjualan menurun drastis hingga 90%.

Ratusan pedagang saat ini sudah menempati area relokasi dibagian kiri, kanan dan depan pasar eksisting. Kondisi pasar semakin sempit dan menuai keluhan para pedagang, karena diyakini pasar menjadi sepi akibat pembeli enggan bertransaksi di pasar tersebut.

Salah satu pedagang Pasar Cinde Andre mengaku, pada dasarnya ia setuju-setuju saja dengan adanya pembangunan Pasar Cinde modern yang berganti nama menjadi Aldiron Plaza Cinde itu nantinya.

Sebab diakuinya, ini akan menjadikan kondisi Pasar Cinde yang selama ini sempit dan terkesan kumuh, menjadi lebih bagus dan bersih kedepannya. Hanya saja memang ia tak bisa memungkiri, kondisi penjulalan yang merosot tajam, bahkan lebih dari 50%, sebai imbas dari perpindahan lokasi berdagang sementara tersebut.

“Kondisi ini sudah sekitar satu tahun, kami rugi sampai 90%. Semua pedagang mengalami ini, banyak pedagang lain yang gulung tikar. Ada sekitar 30% pedagang yang memilih tutup,” ujarnya, Minggu (11/11/2018).

Ia mengatakan, ada sekitar 700 petak atau pedagang yang ada di Pasar Cinde dan 30% dari jumlah pedagang tersebut gulung tikar, karena terus menerus merugi, akibat perbaikan pasar ini. Dari 30% pedagang yang rugi ini kebanyakan adalah pedagang sayuran dan pengusaha jasa konveksi bordir.

Sementara itu, menurut dia untuk sewa lapak saat ini sebesar Rp5.000 per petak, pedagang juga harus membayar keamanan dan kebersihan masing-masing Rp5.000. Jadi setiap harinya pedagang harus menyiapkan uang Rp15.000 bagi yang menyewa lapak.

Salah seorang pemilik toko bordir, Agung mengatakan, perbandingan keuntungan saat dulu sebelum Pasar Cinde dibongkar cukup besar, dahulu diakuinya, ia cukup banyak meraup keuntungan. Namun saat ini, penjualannya menurun drastis hingga mencapai 30%-50% nya saja.

“Jelas saja penjualan turun, apalagi sekarang lapak sepi dan mengandalkan pelanggan lama saja, karena yang baru pasti enggan datang, karena kondisi pasar saat ini,” pungkasnya.

(iya)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.