Banner sumsel

Sudah 2.591 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar, di OI Dua Korban Terbakar

PALEMBANG, Koranindonesia.id –  Sepanjang tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sudah ada 2.591 hektar lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan, sejak awal tahun sampai September ini lebih dari dua ribu hektar lahan sudah terbakar.

 

“Kebakaran lahan di Sumsel ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota dan yang paling luas lahan terbakar berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan luas lahan terbakar sekitar 1.000 hektar,” ujar Ansori, Selasa (10/9).

 

Menurutnya, besarnya luasan lahan yang terbakar diakibatkan sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Karena itu, kata dia, tim satuan tugas (satgas) kebakaran hutan dan lahan darat tidak mampu memadamkan api dan hanya mengandalkan water boombing. “Untuk total helikopter yang diturunkan melakukan water boombing yakni sebanyak 6 unit,” imbuhnya.

 

Sedangkan berdasarkan data Lembaga Antariksa dan Penerbangan (Lapan) sepanjang 2019, dirinya menambahkan hotspot (titik panas) di Sumsel tercatat mencapai 2.998 titik yang tersebar di 17 kabupaten dan kota.

 

“Sampai September ini, jumlah titik panas di Sumatera Selatan sudah tercatat 2.998 titik. Kalau September ini saja tercatat 1.123 titik, sementara tahun lalu di bulan yang sama hanya mencapai 673 titik,” tambahnya.

 

Disamping itu terkait peristiwa kebakaran lahan wilayah Kabupaten Ogan Ilir, Ansori menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan satu unit helikopter untuk melakukan pemadaman di Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara.

 

“Ada satu titik api yang tidak terjangkau tim darat, sehingga pemadaman harus dilakukan dengan water bombing. Petugas sekarang masih melakukan pemadaman,” jelasnya.

 

Selain di lokasi tersebut, menurutnya kebakaran juga terjadi di Desa Meranjat I, Kecamatan Indralaya Selatan dan Desa Sejangko Sakti, Kecamatan Indralaya. Bahkan, terdapat perkebunan milik perusahaan termasuk PTPN VII Cinta Manis seluas 5 hektar yang terbakar.

 

“Sudah 308.000 liter air dihabiskan helikopter untuk water boombing yang dilakukan di lokasi kebakaran itu. Untuk, laporan terakhir, yang di Desa Sejangko Sakti sudah berhasil dipadamkan. Kalau di Soak Batok dan Merajat I masih dilakukan pemadaman,” tuturnya.

 

Sedangkan berdasarkan data diperoleh, akibat kebakaran lahan di Desa Soak Batok, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), dua warga yakni Nawawi (65) dan Syahroni (60) yang berupaya menyelamatkan kebun ketika kebakaran mulai merambat ke permukiman mengalami luka bakar.

 

Peristiwa yang terjadi Minggu (8/9) itu berawal saat api mulai merambat ke kebun karet milik Nawawi di Desa Soak Batok akibat tiupan angin yang cukup kencang. Korban bersama warga berupaya memadamkan api dengan cara konvensional.

Tapi, saat upaya pemadaman, Nawawi tidak menyadari saat api semakin mengepungnya hingga akhirnya Nawawi melarikan diri dan tidak sempat menyelamatkan sepeda motor miliknya yang terlanjur dilalap api.

 

Usai upaya pemadaman gagal, warga melaporkan kejadian tersebut hingga akhirnya tim satgas kebakaran hutan dan laham datang untuk memadamkan api di lokasi kejadian. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.