Bhintan Shalawat

Suara Emak-emak Jadi Rebutan di Pemilu 2019

PALEMBANG, koranindonesia.id – Partisipasi pemilih perempuan selalu lebih tinggi dibandingkan laki-laki sehingga tak heran jika suara perempuan selalu menjadi rebutan para kandidat, baik yang akan bertarung dalam perebutan kursi legislatif hingga presiden.

Komisioner KPU Kota Palembang Yetty Oktarina dalam kegiatan sosialisasi ‘Pemilih Perempuan’ yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Graha Sriwijaya Universitas Sriwijaya (Unsri), Palembang, Selasa (5/3/2019) mengatakan, berdasarkan keterangan KPU diketahui Daftar Pemilih Tetap (DPT) perempuan pada Pemilu 2019 mencapai 96.557.004 orang sedangkan laki-laki berjumlah 96.271.476 orang.

Tingginya potensi suara kaum perempuan dalam Pemilu 2019 pada 17 April mendatang, menurut Yetty sangat disadari kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) baik itu pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Maíruf Amin maupun pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno. “Sadar atau tidak disadari, peran perempuan sebenarnya sangat vital dalam menentukan pemimpin di negeri ini. Namun, kesadaran ini terkadang masih belum tumbuh sehingga banyak pemilih perempuan menyepelekan saja hak suaranya,” kata dia, Selasa (5/3).

Ia berharap melalui sosialisasi ini, dapat membuka mata kalangan perempuan, khususnya pemilih pemula dari kalangan mahasiswa untuk mempergunakan hak suaranya pada Pemilu 2019 mendatang dengan sebaik-baiknya.”Target kami partisipasi pemilih mencapai 77,5%, dan ini sangat membutuhkan dukungan para pemilih perempuan,” kata Yetty di hadapan ratusan mahasiswa Unsri yang menjadi peserta sosialisasi.

Sementara itu, Direktur Informasi Komunikasi Polhukam Kemenkominfo Bambang Gunawan di Palembang mengatakan, pemerintah sangat ingin meningkatkan partisipasi perempuan di bidang politik karena saat ini keterwakilan di parlemen masih sangat sedikit. “Melalui sosialisasi ini kami berharap, kalangan perempuan tidak apatis dengan pemilu dan nantinya mau juga terlihat di parlemen,” kata dia.

Menurutnya, upaya ini harus terus diperjuangkan karena jika merujuk ke sejumlah negara maju maka Indonesia masih jauh tertinggal, dari sisi keterlibatan perempuan di parlemen. Sejauh ini masih belum sesuai target, karena pada Pemilu 2014 lalu masih kurang dari 30%.

Pada Pemilu 2014 lalu, keterwakilan perempuan di parlemen belum mencapai target 30%. Di tingkat DPR RI hanya mencapai 17,32% atau 97 perempuan dari 560 wakil rakyat yang duduk di kursi DPR RI. Di DPRD Provinsi menurutnya, keterwakilan perempuan hanya 16,43% atau 350 perempuan menduduki jabatan legislatif di tingkat provinsi dari jumlah keseluruhan 2.130 anggota DPRD Provinsi se Indonesia.

Sedangkan di tingkat DPRD Kabupaten/Kota hanya terdapat 14% atau 2.296 anggota DPRD perempuan dari total 16.883 anggota DPRD Kabupaten/Kota se Indonesia. Pada tingkat DPD (Dewan Perwakilan Daerah) masih belum mencapai target yaitu hanya 25,74% atau 34 orang perempuan dari 132 anggota yang menduduki jabatan legislatif di DPD.

(ram)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.