Banner Pemprov Agustus

Suami Tega Siram Bensin dan Bakar Istri, Pemicunya Uang Rp100 ribu

Palembang, koranindonesia.id – Dipicu permasalahan uang Rp100 ribu. Seorang ibu rumah tangga (IRT) yakni Susila (32), warga Lorong Jayalaksana, Kelurahan 3//4 Ulu, Kecamatan SU I Palembag disiram bensin lalu dibakar oleh suaminya berinisial AP.

Akibat dari kejadian tersebut, Susila mengalami luka bakar di sebagian tubuh, terutama di bagian sebelah kiri. Sehingga, dia pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI guna mendapatkan perawatan intensif.

Saat ditemui di rumah keluarganya yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan IT II Palembang, Ibu Kandung Korban Anis menuturkan kejadiannya terjadi di kediaman Susila, Jum’at (17/12/2021) sekitar pukul 18.00 atau selepas sholat magrib.

Bermula, lanjut Anis, ketika Susila meminta uang Rp100 ribu kepada suami untuk berziarah ke makam mertuanya yang berada di kawasan Suro. Namun getek yang ditunggu-tunggu tidak kunjung datang, sehingga korban mengurungkan niatnya.

“Anak saya ini mau ke makam mertuanya tapi tidak jadi karena tidak ada ketek. Karena tidak jadi, dia pulang lagi ke rumah dan juga sudah waktu Maghrib. Susi pulang, lalu sholat,” ujar Anis memberikan keterangan kepada awak media.

Masih dikatakan Anis, tidak lama berselang suaminya pulang ke rumah dan memanggil-manggil korban serta meminta uang Rp100 ribu yang telah diberikan untuk dikembalikan lagi. Tidak sekedar itu, AP pun mengeluarkan kata-kata kasar.

“Waktu suaminya memanggil, dia (korban) sedang sholat magrib. Dia mengeluarkan kata-kata kasar. ”oi lonte mano duet tadi kau kasih ke lanang mano duet itu’. Suaminya ini cemburu tidak jelas, padahal uang itu masih ada di Susi, ” tutur Anis.

Suaminya pun meminta anak laki-laki mereka yang berusia 12 tahun untuk membelikan bensin. Namun sang anak tidak mau. Apriansyah pun membeli sendiri bensin, lalu ketika Susi keluar tiba-tiba sang suami menyiram bensin kepada Susi dan menyulut api menggunakan korek gas.

“Bensin itu disiram ke badan Susi, ia berteriak minta tolong waktu itu belum ada yang menolong. Apinya padam oleh Susi sendiri karena rumahnya di pinggir Sungai Musi dia siram-siram sendiri badannya, tapi Susi juga cerita kalau ada sosok putih yang bantu menarik dia ke air, ” katanya.

Lanjut dia, setelah memadamkan api di badan Susi dibantu warga pergi ke Bidan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Kemudian Rosida, kakak Susi mendapat kabar dari warga jika ada peristiwa tersebut.

“Anak saya yang tua, kakaknya Susi jemput Susi dari Bidan sekitar jam 9 malam lalu membuat laporan ke Polsek SU I. Kemudian kami juga ke RS Bari untuk melakukan visum dan mendapat penanganan medis, ” jelasnya.

Usai dari RS Bari Susi mendapat penanganan dan beberapa obat untuk menyembuhkan luka dan kini ia dan dua anaknya tinggal di rumah kakaknya.

Di tempat yang sama, Susi mengatakan jika ia selalu mendapat perlakuan kasar dari sang suami. Pada saat kejadian ia mengaku uang dari Suaminya itu masih ada padanya. “Tidak jadi ke kuburan mertua, jadi saya pulang. Uangnya masih ada sama saya,” pungkasnya. (depe)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.