Banner sumsel

Stok Dikuasai Tengkulak, Harga Beras Merasi Alami Kenaikan

 

MUSIRAWAS,koranindonesia.Id-Harga beras lokal produksi Merasi, Kabupaten Musirawas, akhir-akhir ini mengalami kenaikan dari Rp 9.000 per kg, menjadi Rp 10.000 per kg. Naiknya harga ini ditenggarai karena menipisnya stok dipasaran, akibat dikuasai tengkulak.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pasar (Disperindagsar) Mura, Hj. Nurhasanah Yoesoef melalui Armansyah, Kasi Distribusi Perdangangan mengatakan, tengkulak yang ada di Mura sanggup membeli gabah dan beras dengan harga tinggi, sehingga petani lebih memilih menjual hasil panennya dengan tengkulak ketimbang menjual ke pasar.

Disamping itu beras Merasi juga banyak dijual tengkulak ke luar Musirawas, seperti ke Sarolangun, Jambi, Curup, Muarata dan daerah tetangga lainnya.

“Kondisi yang mendorong harga beras di pasar lokal naik, karena pedagang terpaksa membeli beras dari tengkulak dengan harga tinggi, maka secara otomatis harga dipasaran ikut naik,” ujarnya, Kamis (4/10/2018).

Diakui hasil panen beras Merasi cukup tinggi untuk sekali panen per petani bisa menghasilkan gabah 3 hingga 4 ton.

“Sebenarnya dengan tingginya harga beras dan gabah ditingkat petani naik ini cukup menguntungkan petani, tapi dampaknya harga beras di pasar lokal terdorong naik,” katanya.  (San)

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.