Banner sumsel

Status Lapangan Korpri Tidak Jelas, Bupati OKU Geram

BATURAJA, koranindonesia. Id –Ketidak jelasan status lapangan Korpri beralamat di Jalan Nawawi Al-Hajj, Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur, membuat Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Azis geram.

Kuryana meminta Dinas Perhubungan setempat, untuk memperjelas status lapangan Korpri yang saat berubah menjadi terminal tipe C.

Keberadaan lapangan Korpri ini awalnya dipuruntukan pelaksanaan upacara hari-hari besar,  namun kemudian dialihfungsikan menjadi pasar tumpah serta terminal tipe C.

Lapangan Korpri ini juga sempat terbengkalai dan menjadi tempat anak-anak remaja nongkrong. Seiring waktu berjalan, lapangan ini kemudian menjadi tempat menampung para pedagang buah.Namun, umurnya juga tidak lama.

Kemudian berubah fungsi menjadi pasar malam dan tempat bongkar muat saat dini hari. Serta dimanfaatkan, sebagai terminal tipe C untuk angkot dan angdes,
dan terbaru, terminal ini dimanfaatkan untuk naik turun penumpang bus Damri tujuan Baturaja – Bandara SMB II Palembang yang baru dilaunching oleh bupati OKU kemarin.

Kepala Dishub OKU Aminilson didamping Kabid Angkutan dan Lalu Lintas, Saprin menuturkan, pihaknya sudah ikut rapat bersama pihak terkait, mengenai rencana perubahan tata ruang lapangan Korpri ini.

Bahwa sebelumnya sudah dilaksanakan rapat yang ketiga kalinya,  yang pertama pada bulan Mei lalu, dan sudah dimasukkan di RAB oleh tim perubahan tata ruang.

“Tadinya disini (lapangan Korpri) hanya untuk perdagangan, perkantoran, pendidikan dan ruang terbuka hijau, sekarang ini dimasukkan kegunaannya untuk fasilitas umum, dan terminal.

Pihak Dishub OKU menyatakan mereka baru juga selesai rapat dua hari, mudah-mudahan khusus untuk terminal nanti tidak perlu dibuat kajian lagi. Karena ini hanya peraturan bupati.

Langkah selanjutnya nanti,sambung dia, pihaknya akan membuat resume ke bupati untuk merubah status tata ruang lapangan Korpri, bahwa itu bisa digunakan untuk fasilitas umum dalam hal ini terminal.

“Artinya ada penambahan menjadi lima peruntukan. tadinya hanya pendidikan, perdagangan, perkantoran dan ruang terbuka hijau. Kini ditambah lagi jadi fasilitas umum, terminal”tukas Kadishub.(tin)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.