Banner sumsel

Startup Global Diajak Pindahkan Basis Usaha ke Indonesia

BADUNG, koranindonesia.id – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak perusahaan rintisan digital atau startup digital global, untuk memindahkan basis usahanya di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia dengan jumlah penduduk dan penetrasi internet yang tinggi, memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital. Apalagi, terdapat dua sektor yang memiliki potensi besar yaitu basis pendidikan (edutech) dan kesehatan (healthtech).

“Dua sektor tersebut memiliki potensi untuk digarap oleh startup digital dan modal ventura karena dana pemerintah yang digelontorkan ke sektor tersebut sangat besar,” jelasya dalam acara The NextIcorn International Convention Digital Paradise Weekend di Bali, Sabtu (13/10/2018).

Potensi sektor pendidikan menurut Rudiantara sangat besar, jika dibandingkan dengan APBN angkanya bisa mencapai Rp10 triliun.

“Apalagi untuk menjadi startup unicorn, kuncinya ada di pendidikan. Dalam APBN, 20% harus dialokasikan ke sektor ini. Tahun ini, anggaran pendidikan sekitar Rp400 triliun. Dari angka itu, jika pendapatan yang diraih hanya 2%, nilainya sudah mencapai Rp10 triliun,” paparnya, dilansir kominfo.go.id, Sabtu (13/10/2018).

Selain sektor pendidikan, menurut Rudiantara, undang-undang juga mewajibkan pemerintah mengalokasikan APBN sebesar 5% ke sektor kesehatan. Dengan Rp100 triliun anggaran pemerintah untuk kesehatan, maka jika 2% yang didapat, nilainya sudah Rp2 triliun. ”It’s a big value,” jelasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital, Menteri Rudiantara mengaku, pemerintah akan terus mengurangi fungsi regulator dan lebih menonjolkan fungsi fasilitator dan akselerator.

“Less of a regulator, more of a facilitator, even more of an accelerator,” katanya.

Dengan dukungan oleh pemerintah itu, Rudiantara yakin, Bali akan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital selain Beijing (China), Bangalore (India), dan Silicon Valey (AS).

Chief Strategy Officer (CSO) Bukalapak Teddy Oetomo mengatakan, startup harus inovatif dengan perspektif untuk menyelesaikan masalah.  “Jangan langsung berfikir menjadi unicorn,” katanya.

Sebab menurutnya, dengan perspektif menyelesaikan masalah, maka produk yang dihasilkan akan berguna.

Platform NextICorn menyederhanakan dan mempromosikan startup potensial Indonesia kepada pemodal ventura dan investor di seluruh dunia. NextICorn secara eksklusif mengundang, para investor paling terkemuka dari pasar-pasar utama di seluruh dunia untuk berinteraksi dengan para pengusaha terkemuka Indonesia, investor teknologi lokal, dan perwakilan pemerintah di Bali.

Dalam pertemuan kali ini ada 13 negara dan 125 investor yang hadir di NextIcon dengan jumlah pertemuan terjadwal mencapai lebih dari 3.200 pertemuan.

(ded/rel)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.