Banner Pemprov 2020
Banner 23 September

Standar Prosedur Pemeriksaan Karantina di Bandara Soetta Masih Lemah

Jakarta,koranindonesia.id-Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menilai standar prosedur pemeriksaan karantina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta khususnya hewan, tumbuhan dan produk asal luar negeri, masih sangat lemah dan berpeluang terjadi kebocoran. Hal ini diungkapkan Sudin saat melakukan kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Balai Karantina, Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (18/11/2020).

“Tadi sempat dijelaskan bahwa di Bandara ini ada prosedur barang berupa jalur merah dan hijau yang ditetapkan oleh Ditjen Bea Cukai. Dimana jalur merah artinya barang tersebut harus melalui pemeriksaan. Sementara hijau, tidak atau jalur cepat. Harusnya jika jalur merah diperiksa Bea Cukai, maka jalur hijau tetap juga harus diperiksa juga tapi oleh pihak Balai Karantina. Agar tidak terjadi kebocoran,” kata Sudin.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, sesuai undang-undang perkarantinaan yang baru, harusnya pemeriksaan terhadap lalu lintas pertanian dan perikanan dilakukan lebih dahulu, baru kemudian ditarik bea cukai-nya. Hewan, tumbuhan atau produk pertanian dan perikanan harus dipastikan keamanan dan kesehatannya terlebih dahulu oleh Balai Karantina apakah bebas penyakit dan hama, baru kemudian ditarik bea cukainya.

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil yang ikut mendampingi Komisi IV DPR mengatakan, saat ini dengan fasilitas yang ada pihaknya berusaha sebaik-baiknya menjadi garda terdepan bagi perlindungan sumber daya alam hayati. Meski demikian, ia berharap adanya peningkatan anggaran yang akan digunakan untuk pengadaan fasilitas di Bandara, seperti x-ray, incenerator dan perlengkapan laboratorium.(ant)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.