Banner sumsel

Sopir Truk Batubara: Tolong Kami Pak Gubernur

LAHAT, koranindonesia.Id-Harapan sopir angkutan batubara di Lahat untuk kembali ‘narek’ hanya bergantung dengan kebijakan Gubernur Sumsel H Herman Deru. Para sopir ini berharap ada solusi yang diberikan sehingga mereka bisa beraktivitas kembali seperti biasa.

“Kalau saya ini hanya sopir pak.  Namun dari sinilah saya bisa menghidupi anak dan istri termasuk sekolah anak anak.  Saya kira sopir angkutan batubara sependapat dan tidak keberatan jika truk dilarang melintas di jalan umum.  Bahkan kami lebih senang jika ada jalan khusus karena lebih nyaman dijalanan,”ungkap Ujang,  sopir truk batubara Lahat, warga Gumay Ulu Lahat.

Namun demikian,  kata lelaki yang sudah bekerja sebagai sopir angkutan batubara delapan tahun tetakhir ini mengaku,  sejak adanya pelarangan tersebut perusahaan atau pihak transportir tempatnya bekerja menyetop total semua angkutan dan terpaksa merumahkan sopir. Akibatnya,  ia dan ribuan sopir lainya kehilangan mata pencaharian.

Dikatakan Ujang,  sejak 8 November 2018 lalu tidak ada lagi pemasukan. Sementara kebutuhan keluarga terus jalan.  Ironisnya lagi,  hingga saat ini ia bingung mau bekerja sebagai apa.

“Sejauh ini nganggur pak. Selama ini kami dapat uang dari angkut batubara.  Kami minta tolong nian dengan pak Gubernur bagaimana angkutan bisa kembali jalan,” kata Ujang.

Harapan yang sama juga disampaikan Maryono sopir truk lainya. Dia berharap dalam waktu dekat ada solusi yang diberikan, sehingga ia dan rekanya bisa kembali mendapatkan pemasukan.

“Jujur pak saat ini keadaan ekonomi keluarga semakin sulit. Sementara tahu sendiri tidak mudah cari pekerjaan lain.  Mau dagang tidak ada modal. Bantulah kami pak dan kalau kami sangat senang kalau ada jalur khusus, “harapnya.

Terpisah Direktur Utama PT Usaha Muda Mandiri, Eenk Muda mengaku terpaksa merumahkan puluhan sopir truk yang selama ini bekerja dengannya.

Dikatakan Eenk,  tidak ada jalan lain yang bisa ia lakukan meski dirinya prihatin dengan para sopir.

Diungkapkan Eenk sejak dilarang melintas 80 armada miliknya dikandangkan.  Tak hanya bagi para sopir,  ia dan transportir lainya di Sumsel juga terkena imbasnya. Selain harus memikirkan cicilan ia dipusingkan mau dikemanakan puluhan truk miliknya.

“Intinya kami juga mendukung kebijakan pak Gubernur. Tapi saat ini jalan khusus itu belum ada. Jika memang akan diarahkan ke jalan Servo milik PT Titan kami berharap pak Gubernur bisa memperjuangkan kami transportir lokal ini baik dari sisi harga maupun soal jenis angkutan yang boleh melintas. Dan jika ada jalan khusus lain beri waktu atau setidaknya ada pembatasan sehingga tidak stop total yang secara ekonomi berimbas. Sopir juga ribuan orang Sumsel,” kata Eenk.

Keluhan yang sama juga disampaikan Hendra, transportir asal Lahat  yang memiliki 35 unit truk batubara.Dia juga memohon agar gubernur bisa memberikan solusi.

“Nian pak kasihan nian sopir yang selama ini bekerja dengan saya hampir setiap hari mau pinjam uang hanya untuk makan keluarganya, “tuturnya.(sfr)

 

1 Komen
  1. Hendra berkata

    Salah dewek latakuruan balam katik rege mpuk pacak nabah batang ny gi dekbedie,masih nk didukung.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.