Banner sumsel

Soal Pergantian Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan Serahkan ke Tatib

JAKARTA, koranindonesia.id – Wakil Ketua DPR non aktif, Taufik Kurniawan menyerahkan urusan pergantian dirinya di legislatif ke mekanisme dan tata tertib (tatib) yang ada. Seperti diketahui,  Taufik saat ini fokus pada kasus tersangka suap dari Bupati Kebumen non aktif Muhamad Yahya Fuad.

“Saya hanya ikuti tata tertib saja, biarlah diatur dengan mekanisme dan tata tertib. Saya masih konsentrasi masalah hukum saya dulu,” katanya, usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/11/2018).

Saat ditanya mengenai kasus suap yang menjadikan dirinya tersangka oleh KPK. Taufik tidak ingin buka suara terkait siapa saja pihak lain yang diduga terlibat kasus ini. Dia hanya mengatakan ada tanggal mainnya untuk membuka siapa saja yang terlibat.

“Tinggal tunggu saja, saya tidak ingin membukanya disini saat ini,” jelasnya sambil berjalan meninggalkan kerumunan wartawan.

Terkait kasus hukum yang dialaminya, Partai Amanat Nasional (PAN) telah mencopot Taufik sebagai pimpinan DPR Bidang Ekonomi dan Keuangan.

Dua nama yang disebut-sebut akan menggantikan Taufik adalah Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais dan Wakil Ketua Komisi III Mulfachri Harahap. Taufik kini menjadi tersangka kasus dugaan suap. PAN segera mengirim surat soal nama pengganti Taufik Kurniawan ke pimpinan DPR. Namun, hingga hari ini belum ada nama pengganti Taufik yang diajukan oleh PAN.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, pergantian Taufik baru dilakukan jika sudah ada surat yang dikirim PAN ke pihak pimpinan DPR.

Taufik ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap dari Yahya Fuad untuk mendapatkan dana bantuan dari APBN. Taufik dianggap sebagai representasi daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah.

KPK menyatakan, Taufik diduga menerima uang sebesar Rp3,65 miliar dari Yahya Fuad. Uang itu diduga terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

(erw)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.