Banner sumsel

Soal Pembelian Gas dengan PT PDPDE, Muddai Madang Diperiksa Kejaksaan

PALEMBANG, Koranindonesia.id – Muddai Madang, selaku mantan Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) memenuhi panggilan Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel, Senin (14/10/2019).

Mantan Ketua KONI Sumsel ini kembali dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan yang menimbulkan kerugian negara dalam proses kerjasama pembelian gas antara perusahaan yang dikomandoinya dengan PT Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE).

Kasi Penkum dan Humas Kejaksaan Tinggi Sumsel Khaidirman menjelaskan, sejatinya hari ini pemeriksaan dilakukan terhadap dua orang, yakni Muddai Madang dan Said August Putra. Namun yang datang untuk menjalani pemeriksaan hanya Muddai Madang.

“Hari ini pemeriksaan yang kedua kali terhadap MM, setelah perkara ini naik ke tingkat penyidikan. Namun untuk SAP telah menyampaikan pemberitahuan bahwa belum dapat memenuhi panggilan,” kata Khaidirman saat ditemui di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Khaidirman mengatakan, kasus ini berawal dari PDPDE sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjalin kerjasama dengan PT DKLN soal pembelian gas dengan membentuk satu perusahaan (konsorsium) bernama PT PDE Gas.

Namun dalam pelaksanaannya ditemukan ketidaksesuaian dan dugaan perbuatan melawan hukum, sehingga PDPDE sebagai BUMD dirugikan. Untuk itu saat ini penyidik masih mengumpulkan berkas dengan memintai keterangan sejumlah saksi sejak proses penyidikan dimulai pada 25 September 2019.

“Tadi diperiksa sekitar 2 jam dari pukul 13.30 dan untuk MM ada sekitar 20 pertanyaan atas dugaan perkara pembelian gas bumi oleh PT DKLN dengan PDPDE. Namun untuk pemeriksaan SAP akan dijadwalkan kembali,” tambahnya. (sup)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.