Banner pemprov Sumsel Vaksin
Muba vaksin maret 2021

Soal Lockdown Akhir Pekan, Anies Baswedan Minta Pendapat Ahli Epidemiologi

 

JAKARTA, koranindonesia.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mempertimbangkan opsi lockdown akhir pekan setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat gagal meredam lonjakan COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahamad Riza Patria (Ariza) mengatakan, sejauh ini memang belum ada keputusuan final soal kebijakan yang diadoposi dari Turki itu. Gubernur Anies Baswedan, kata dia masih meminta masukan para pakar terkait kebijakan ini.

 

“Semua usulan itu akan dikaji didiskusikan, diteliti, dan dibahas. Kami sendiri membahas masukan-masuk dari siapa aja, termasuk Pemerintah Pusat. Ya kita tunggu saja nanti kebijakan yang akan diambil,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021).

 

Opsi lockdown akhir pekan ini memang belum diputuskan, sebab PSBB ketat yang dinilai gagal meredam corona itu masih terus berjalan dan baru berakhir pada 8 Februari 2021 mendatang. PSBB ketat berakhir bersamaan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali dari Pemerintah Pusat.

 

“Kan nanti batasnya masih sampai tanggal 8 Februari kan. Ini baru tanggal 4. Kita tunggu, beberapa hari ini nanti kami di intenal, pak Gubernur akan pimpin rapat internal, dengan para epidemiologi, para ahli, pakar juga Forkompinda,” katanya lagi.

 

Lebih dari itu, Politisi Gerindra ini mengatakan, opsi lockdown akhir pekan juga tidak bisa diambil begitu saja. Ada sejumlah persoalan dan dampak yang harus dipikir masak-masak.

 

“Itu kan banyak yang harus dipertimbangkan. Sementara kita Senin-Jumat bekerja, Sabtu-Minggu digunakan untuk hari libur bagi keluarga,” ucapnya.

 

Anies Baswedan dan sejumlah kepala daerah yang menerapkan PPKM telah rapat bareng bersama Presiden Joko Widodo pada Rabu kemarin. Mereka membahas kebijakan PPKM yang gagal meredam lonjakan corona.

 

“Kemarian pak Gubernur dan beberapa gubernur lainnya, ada 5, sudah ketemu dengan presiden untuk berdiskusi menyampaikan masalah-masalah di masing-masing daerah, mungkin mengusulkan dan mendengarkan arahan pak Presiden. Ya kita tunggu saja dalam beberapa hari ini,” tuturnya.(Mar)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.