Banner sumsel

Soal Kebocoran Data Pengguna, Kominfo Deadline Facebook 7 Hari

JAKARTA, koranindonesia.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kamis (19/4/2018) kemarin,  kembali menyurati Facebook terkait kasus kebocoran 1 juta lebih data pelanggan media sosial itu asal Indonesia.

Disebutkan, surat yang dikirim sebagai jawaban atas surat dari Head of Data Protection, Facebook Ireland Limited tertanggal 10 April 2018 sebelumnya itu ditujukan untuk meminta penjelasan dan dokumen yang berkaitan dengan penyalahgunaan data pengguna Facebook di Indonesia.

Melalui surat tersebut, atas nama Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Kominfo meminta konfirmasi dan penjelasan kepada pengelola Facebook atas sejumlah hal, diantaranya, mengenai adanya informasi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang meluas ke firma analisis lain selain Cambridge Analytica yaitu CubeYou dan Aggregate IQ.

Konfirmasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai tindakan teknis untuk membatasi akses data di Facebook, sebagaimana informasi yang telah dimuat dalam surat dari Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia tertanggal 5 April 2018.

Memberikan data jadwal dan/atau hasil audit atas kasus penyalahgunaan data pengguna, dan memberikan data pengguna Facebook Indonesia yang terkena dampak penyalahgunaan data oleh Cambridge Analytica.

“Dalam surat itu juga, Kementerian Kominfo secara tertulis meminta agar Facebook memenuhi permintaan tersebut selambat-lambatnya dalam 7 (tujuh) hari kalender sejak surat dikirimkan hari ini,” bunyi siaran pers yang dirilis Biro Humas Kominfo, hari ini Jumat (20/04/2018).

Kementerian Kominfo menilai belum semua informasi yang diminta oleh Pemerintah Indonesia dipenuhi dalam surat jawaban dari pihak Facebook sebelumnya. Ada dua penjelasan yang menurut Kementerian Kominfo belum disampaikan oleh Facebook yaitu, Belum dijelaskan tindakan apa yang dilakukan Facebook terhadap bentuk informasi dan cara pemberitahuan penyalahgunaan data pengguna sebagai bentuk early warning dalam platform Facebook yang membantu pengguna.

Serta, belum dijelaskan potensi penyalahgunaan data pengguna Facebook yang selayaknya diketahui pengguna, berupa notifikasi kepada Kementerian Kominfo mengenai potensi-potensi penyalahgunaan data pribadi yang berasal dari platform aplikasi pihak ketiga.

Kementerian Kominfo mengingatkan, agar Facebook mematuhi legislasi atau regulasi yang berlaku di Indonesia.

“Oleh karena itu, Kementerian Kominfo membutuhkan penjelasan mengenai struktur tanggungjawab di Facebook ketika terjadi penyalahgunaan dan/atau dicederainya data pribadi pengguna Facebook dari Indonesia. Sebab, dimanapun penanggungjawab Facebook, tetap dapat diterapkan yurisdiksi virtual terhadap legislasi atas regulasi Indonesia,” tegas Kementerian Kominfo.(ded)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.