Banner sumsel

SMK Bidang Bangunan Miskin Peminat Karena Paradigma yang Salah

PALEMBANG,koranindonesia.id- Paradigma orangtua yang memandang sebelah mata keahlian ini Bidang teknik bangunan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi paket keahlian ini  minim peminat padahal peluang kerja bidang ini sangat besar.

Kasi Kurikulum SMK Disdik Sumsel Yose Aprizal mengatakan pihaknya tengah mengupayakan merubah pola pikir orangtua serta calon siswa yang masih hanya memandang paket keahlian tertentu saja yang dapat memberikan peluang kerja anaknya ketika lulus sekolah seperti teknik elektro dan kendaraan ringan.

Padahal ada paket keahlian lain yang juga mempunyai peluang kerja yang lebih luas, salah satunya Teknik Bangunan.

“Paradigm orangtua saat ini masih mengira setelah tamat sekolah anaknya hanya akan menjadi kuli saja,”ujarnya, Senin (13/3/2018).

Ditambahkan Yose, peluang kerja paket keahlian ini sangat tinggi. Sebab, dalam paket keahlian ini juga terdapat dua program keahlian seperti Teknik Gambar Bangunan (TGB) serta program Mandor yang mempelajari ilmu beton atau bangunan.

Untuk kedua program ini, pasti lulusannya akan dicari instansi terkait mengingat epert di bidang pembangunan di Indonesia masigh sangat minim. Apalagi program ini telah terintegrasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui lembaga sertifikasi LPJK, sehingga lulsannya akan mendapat sertifikat nasional.

Selain itu, Yose menguraikan, SMKN 2 Palembang merupakan salah satu dari 13 SMK yang menggelar teleconference pembukaan pelatihan sertifikasi pelajar sekolah dari ribuan SMK di Indonesia yang terpilih lewat program sertifikasi keahlian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR).

Dan dari 105 pelajar yang mengikuti sertifikasi Kementerian PU-PR melalui LPJK, nantinya mereka nanti tersertifikasi setelah melalui serangkaian mata uji dari tes teori, praktek dan juga wawancara.

“Dan dari semua SMK di Sumsel yang ada yang memiliki paket keahlian TGB ada tiga. Kedepan kita harapkan ini menjadi acuan. Begitu juga untuk sertifikasi paket keahlian jurusan lain misalnya Teknik Sepeda Motor dan lainnya. Maka ada yang namanya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),” terang Yose disela teleconference, Selasa (13/3).

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Palembang Zulkarnain menambahkan, pihaknya memang telah mempersiapkan diri untuk melakukan MoU dengan pihak Kementerian PUPR terkait sertifikasi tersebut.

“Karena kadang lulusan SMK ditanya bukan dari sekolah mana tapi apa sertifikasi anda, nah inilah beruntung kita terpilih secara nasional di paket keahlian Teknik Gambar Bangunan,” singkatnya. (Sen)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.